Memajang Foto dan Lukisan di Rumah Haram Hukumnya, Ini Penjelasan Ulama

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 330 2429844 memajang-foto-dan-lukisan-di-rumah-haram-hukumnya-ini-penjelasan-ulama-dBGTL02g05.jpg Memajang foto dan lukisan di rumah haram hukumnya. (Foto: Pinterest)

MEMAJANG  foto atau gambar dan lukisan mahluk hidup hingga patung dengan berbagai bentuk rupa tak jarang bisa ditemukan di setiap rumah. Biasanya benda tersebut dijadikan hiasan, supaya ruangan terlihat lebih cantik dan estetik. Nilainya ada yang bisa sampai miliaran rupiah, lho.

Akan tetapi dalam Islam, setiap muslim memiliki aturan tersendiri dalam segala hal, termasuk memajang foto, lukisan hingga patung. Dalam salah satu riwayat menyatakan, hukumnya haram dan malaikat enggan memasuki rumahnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam (SAW) bersabda: 

إنَّ أشدَّ النَّاسِ عذابًا عندَ اللَّهِ يومَ القيامةِ المصوِّرونَ

Artinya: “Orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Pembangunan Masjid Pakai Dana Bantuan Non-Muslim Bolehkah?

Beliau juga bersabda, 

إن أصحاب هذه الصور يعذبون يوم القيامة ويقال لهم أحيوا ما خلقتم

Artinya: “Sesungguhnya pemilik gambar-gambar (makhluk bernyawa) ini akan diadzab di hari kiamat dan diperintahkan kepada mereka untuk menghidupkan gambar yang mereka buat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Amalan Sunah Zikir Petang, Rabu (23/6/2021)

Sementara itu, Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya menjelaskan, ada beberapa pendapat tentang  hukum memajang gambar atau foto di dalam rumah.

"Gambar itu ada yang mutlak haram, yaitu dengan dua catatan yang bernyawa dan berbentuk. Namanya surah mujassimah," katanya seperti dikutip dari channel Al Bahjah tv, Rabu (23/6/21).

Lebih lanjut, para ulama pun berbeda pendapat dengan hukum memajang gambar di rumah. Ada yang mengahramkan, makruh (mendekati haram) dan mubah (dibolehkan).

Baca Juga: Tata Cara Sholat Orang yang Sakit, Bila Sangat Parah Maka Lakukan Menggunakan Hati

Kemudian ada lima jenis pandangan tentang kasus tersebut, di antaranya:

1. Seperti yang dijelaskan di atas, surah mujassimah atau sesuatu yang memiliki nyawa hukumnya haram. Khususnya dijadikan lukisan dan memajangnya di dalam suatu ruangan.

2. Gambar yang mutlak dan halal, yaitu sesuatu yang tidak bernyawa seperti pohon gunung yang masih diperbolehkan.

"Kalau Anda membuat patung dari pohon itu tidak apa-apa. Kalau hewan tidak boleh, karena kalau orang yang membuat itu nanti di akhirat disuruh meniupkan ruhnya sendiri," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Gambar yang bernyawa, tapi tidak berbentuk. Misalnya lukisan manusia, burung, bernyawa tapi tidak berbentuk.

"Maka jangan memajang lukisan yang bernyawa. Tapi kalau melihat di rumah orang lain, jangan terlalu keras protesnya, karena ada khilaf," terangnya.

4. Gambar bukan dari karangan manusia, atau fotografi. Meski alat yang bekerja ada dua pendapat ulama, ada yang mengatakan haram dan tidak haram.

Buya Yahya memberikan contoh. Misalnya ulama di India, sangatlah keras dan mengharamkan gambar karena berhubungan dengan sesembahan agama asli negara tersebut.

"Jika tidak membawa patungnya, maka gambar atau foto yang dibawa dan itu harus kita hormati," ujarnya.

5. Sesuatu yang menyerupai tubuh. Misalnya boneka yang sering dimainkan oleh anak-anak. Apabila tujuannya hanya sekadar untuk mainan, maka diperbolehkan.

"Nabi juga dulu membiarkan anak-anak bermain dengan benda seperti boneka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya