Dalam surat itu terungkap pembinasaan dan penghancuran Bani Israil karena perilaku dosa dan kerusakan yang dilakukannya.
Allah Ta'ala menyandingkan pemuliaan Nabi Muhammad dengan peristiwa Isra pada ayat pertama, dan pada ayat kedua berupa pemuliaan kepada Nabi Musa dengan kitab Taurat yang dibawanya sebagai tuntutan bagi Bani Israil dari kebodohan dan kekufuran menuju cahaya ilmu dan iman.
Alquran menjelaskan tentang term bani Israil. Term itu dinisbatkan kepada keturunan Nabi Yakub yang dinamai Israil. Sebagaimana dalam Surat Maryam ayat 58 jelas menyebut Nabi Yakub sebagai Israil.
Ustadz Syahrullah menerangkan keturunan Nabi Yakub adalah Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ayyub, Nabi Zakariya, Nabi Yahya, dan Nabi Isa.
Dengan begitu, dia menjelaskan, term Bani Israil mencakup para nabi yang disebutkan tersebut yang wajib diimani umat Islam. Bani Israil juga sering disebut Israiliyun karena pengikut atau keturunan Nabi Yakub. Dua belas anak Nabi Yaqub AS inilah nantinya berkembang menjadi dua belas suku Bani Israil.
Israil berasal dari kata berbahasa Ibrani, Isra berarti hamba dan "il" atau "iyl" adalah Allah yang dalam bahasa Arab sepadan dengan makna Abdullah berarti hamba Allah. “Bani Israil juga disebut Ibrahimiyyun yang berarti cucu Nabi Ibrahim karena dinisbahkan kepada Nabi Ibrahim,” kata dia.
(Vitrianda Hilba Siregar)