Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Ummi Maktum Buta Namun Iblis Sangat Takut

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 330 2430381 kisah-sahabat-nabi-abdullah-bin-ummi-maktum-buta-namun-iblis-sangat-takut-rKdYF1RFrV.jpg Kisah sahabat Nabi Muhammad SAW

KISAH sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Ummi Maktum Radhiyallahu anhu patut diteladani dengan sikapnya yang istiqmah menjalankan sholat di masjid walau kedua matanya buta. Bahkan Iblis pun takut dengan sikap istiqamah Abdullah bin Ummi Maktum ini.

Dikutip dari akun Youtube Yufid TV, Kamis (24/6/2021), Ustadz Johan Saputra Halim menjelaskan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum di usia senjanya pernah meminta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam agar diperbolehkan sholat lima waktu sendiri di rumah karena kekurangan fisiknya ini.

"Wahai Rasulallah, saya lelaki buta, rumah jauh dari masjid, dan tak memiliki penuntun jalan yang layak. Apakah saya memiliki rukhshah (keringanan) untuk menjalankan sholat di rumah?" ujarnya.

Baca Juga: Kata Orang Yahudi Gaya Seks dari Arah Belakang Membuat Anak Bermata Juling, Rasulullah Membantahnya

"Ya," jawab Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Awalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan Abdullah bin Ummi Maktum. Lalu ia beranjak keluar, segera dipanggil kembali oleh Rasulullah.

"Apakah engkau mendengar seruan sholat?" tanya Rasulullah.

"Ya Rasulullah, saya bisa mendengarnya," jawab Abdullah bin Ummi Maktum.

"Kalau begitu engkau tetap harus hadir di masjid, sholat berjamaah bersama kami."

Baca Juga: 8 Rekening Gaib Simpanan Menuju Kehidupan Abadi

Mendengarkan jawaban Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam maka Abdullah bin Ummi Maktum pun tetap istikamah menjalankan sholat lima waktu berjamaah di masjid.

Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwasanya antara rumah Abdullah bin Ummi Maktum dengan masjid terdapat bebatuan dan pohon-pohon kurma. Sementara seperti diketahui bahwa Abdullah bin Ummi Maktum adalah sahabat mengalami kebutaan, sehingga akan sulit melalui jalan tersebut.

Baca Juga: Sumur Barhut Sedalam 250 Meter di Yaman Lubang Neraka dan Penjara untuk Setan

Dinukil dari buku 'Pemuda yang Dicintai Langit + 19 Kisah Penuh Hikmah Sahabat Rasullah' karya Dwi Rahayu, sahabat Abdullah bin Ummi Maktum berasal dari Suku Quraisy dan lahir di Kota Makkah.

Sebagai hamba yang istikamah dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala, Abdullah bin Ummi Maktum yang tidak dapat melihat tiap kali mendengar azan berkumandang berjalan dengan meraba-raba menyambut panggilan-Nya, tidak terkecuali dalam subuh yang gelap.

Hingga pada suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum tersandung sebuah batu lalu tersungkur. darahnya mengalir di wajah. Namun, ia kembali bangkit seraya mengusap darah yang mengaliri wajahnya. Abdullah bin Ummi Maktum pun melanjutkan perjalanan menuju masjid.

Sejak saat itu ada seorang laki-laki yang dengan ramah selalu menjemput dan menuntun Abdullah bin Ummi Maktum pergi ke masjid setiap waktu sholat tiba, kemudian mengantarkannya kembali ke rumah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ternyata lelaki asing itu melakukan hal ini setiap hari. Hingga suatu hari Abdullah bin Ummi Maktum menanyakan nama dan asal lelaki itu. Kemudian lelaki itu menjawab, "Tak perlu kau tahu namaku dan jangan mendoakanku karena sesungguhnya aku ini iblis."

Abdullah bin Ummi Maktum pun kaget mendengarnya, "Bagaimana mungkin kau selalu mengantarku masjid sedangkan pekerjaanmu adalah menghalangi orang beribadah kepada Allah?"

Iblis menjawab, "Ingatkah saat kau berjalan untuk Sholat Subuh ke masjid, lalu kau tersandung dan terjatuh sehingga wajahmu terluka parah? Saat itu aku mendengar para malaikat berkata bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala mengampuni setengah dosamu. Aku khawatir jika kau tersandung lagi maka setengah dosamu yang lain akan diampuni Allah juga. Maka aku terpaksa mengantarmu ke masjid."

Dari kisah ini dapat diambil pelajaran; pertama, wajib bagi laki-laki yang tidak memiliki uzur untuk melaksanakan sholat lima waktu di masjid secara berjamaah. Kedua, dapat dilihat semangat seorang sahabat untuk mendapatkan pahala berjamaah. Maksud yang diminta oleh Abdullah bin Ummi Maktum adalah agar ia mendapat pahala shalat berjamaah tetapi cukup bagi dia untuk menjalankannya di rumah, namun hal itu tidak diizinkan oleh Rasulullah.

 Pelajaran ketiga, istikamah merupakan hal yang penting bagi seorang Muslim. Karena dengan istikamah dapat menjadi ladang pahala, bahkan mengikis dosa-dosa.

 Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya