Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosial Media Saat Ini Mampu Memaksa Terjadinya Perubahan Medan Dakwah

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Jum'at, 25 Juni 2021 |16:45 WIB
Sosial Media Saat Ini Mampu Memaksa Terjadinya Perubahan Medan Dakwah
Sosial media mempengaruhi medan dakwah Islam. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA  - Sosial  media memaksa medan dakwah Islam mengalami perubahan. Media online terutama sosial media terutama mampu mengubah  model kepengikutan atau jamaah (followers). Jauh sebelum ada era digital dan sosial media, jamaah biasanya berasal dari basis keturunan, kultur, kaderisasi, dan keterlibatan (engagement) dalam aktivitas organsisasi.

Bachtiar Dwi Kurniawan selaku Staff Khusus PP Muhammadiyah  menjelaskan,di era digital, perebutan pengaruh, pertarungan gagasan bahkan perekrutan pengikut melibatkan influencer dan buzzer. Influencer dan buzzer dipakai untuk penetrasi dan masifikasi informasi (gagasan-pemikiran-keberpihakanLangkah).

“Semakin massif maka akan semakin mewarnai dan potensi akan diterima dan didukung akan lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga: Benarkah Tidak Ada Penyakit Menular Seperti Covid-19 dalam Pandangan Islam?

Maka organisasi masa sekarang ini memiliki beberapa tantangan pertama, ormas membutuhkan literasi media digital yang lebih bagus.

Kedua, Pemimpin dan pengikut ormas harus lebih ekspansif dakwah dan menyebarkan gagasan di dunia maya.

"Ketiga, Kreatifitas menciptakan konten (membungkus isu dan materi dakwah yang menarik). Keempat, Kerja berjejaring-bergandengan melalui media digital bahkan media sosial," ujarnya melansir laman Muhammadiyah, Jumat (25/6/2021). 

Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman Sembelih 20.000 Kuda dan Mampu Memerintahkan Angin

Untuk itu, perlu ada strategi yang disiapkan ormas-ormas Islam dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Bachtiar menjelaskan Muhammadiyah sendiri telah menyiapkan startegi dengan menyiapkan infastruktur digital di pusat-pusat dakwah Muhammadiyah sebagai command center yang bertugas menmantau media online dan melakukan analisis.

Selain itu, mengolah isu dengan menyiapkannya dalam pabrik narasi. Menumbuhkan dan mengkoordinasi media afiliasi untuk masifikasi narasi, juga menyiapkan influencer dan buzzer masifikasi narasi.

Ketiga hal tersebut perlu dilakukan juga untuk merebut narasi-narasi negatif atau pandangan yang salah juga berita hoax yang sebarkan oleh pihak-pihak yang tidak benar.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement