Share

Benarkah Tidak Ada Penyakit Menular Seperti Covid-19 dalam Pandangan Islam?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 330 2430939 benarkah-tidak-ada-penyakit-menular-seperti-covid-19-dalam-pandangan-islam-A93yRzLQsR.jpg Wabah atau pandemi Covid-19. (Foto: MNC Portal Indonesia)

ADA sebagian pihak yang meremehkan wabah penyakit menular termasuk pandemi Covid-19 karena beralasan ada hadits yang menjelaskan. Mungkin saja mereka hanya membaca dzahir-nya saja, dan belum membaca dan mendengar penjelasan ulama dengan lengkap.

Sebagian pihak tadi membaca hadits yang secara dzahir-nya yang menunjukkan tidak ada penyakit menular. Maka ia menyimpulkan dan menyebarluaskan bahwa ajaran Islam mengatakan tidak ada yang namanya penyakit menular. Maka hal ini salah dan perlu diluruskan

Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun Instagramnya@raehanul_bahraen menjelaskan hadist tersebut yakni:ย 

Baca Juga:ย Kasus Covid-19 Semakin Tinggi, Amalkan Doa Ini Agar Terhindar dan Lekas Sembuh

Dan sebagian orang yang salah paham dengan lafadz Hadits "Tidak ada penyakit Menular", sehingga mereka meremehkan penyakit menular dan wabah. Hal ini mereka dasarkan pada hadits:ย 

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู : ู„ุงูŽ ุนูŽุฏู’ูˆูŽู‰, ูˆูŽู„ุงูŽ ุทููŠูŽุฑูŽุฉูŽ , ูˆูŽุฃูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ููŽุฃู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: โ€œTidak ada penyakit menular dan thiyarah (merasa sial dengan burung dan sejenisnya), dan saya menyukai ucapan yang baikโ€. (HR. Muslim no. 2223)

Hal ini tentu kelihatannya bertentangan dengan kenyataan yang ada di mana saat melihat banyak sekali orang saat ini terkena wabah pandemi Covid-19 dan merengut nyawa orang dengan cepat.

Perlu diketahui ada dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa Islam juga mengakui adanya wabah penyakit menular.

Baca Juga: Menteri Agama Ingatkan Jaga Prokes Saat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban di Pondok Pesatren

Dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda,ย 

ู„ุงูŽ ูŠููˆู’ุฑูุฏู ู…ูู…ู’ุฑูุถูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุตูุญู‘ู

โ€œJanganlah unta yang sehat dicampur dengan unta yang sakitโ€.(HR. Bukhari no. 5771 dan Muslim no. 2221)

Dan Sabda beliau,ย 

ููุฑู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ุฐููˆู’ู…ู ููุฑูŽุงุฑูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุณูŽุฏู

โ€œLarilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singaโ€.(HR. Muslim: 5380)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Maka kompromi hadits ini atau maksud dari hadits pertama yang menafikan penyakit menular adalah penyakit tersebut tidak menular dengan sendirinya, tetapi menular dengan kehendak dan takdir Allah. Berikut keterangan dari Al-Lajnah Ad-Daimah (semacam MUI di Saudi):ย 

ุงู„ุนุฏูˆู‰ ุงู„ู…ู†ููŠุฉ ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ู‡ูŠ: ู…ุง ูƒุงู† ูŠุนุชู‚ุฏู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ู…ู† ุฃู† ุงู„ุนุฏูˆู‰ ุชุคุซุฑ ุจู†ูุณู‡ุงุŒ ูˆุฃู…ุง ุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ุฏุฎูˆู„ ููŠ ุงู„ุจู„ุฏ ุงู„ุฐูŠ ูˆู‚ุน ุจู‡ุง ุงู„ุทุงุนูˆู† ูุฅู†ู‡ ู…ู† ุจุงุจ ูุนู„ ุงู„ุฃุณุจุงุจ ุงู„ูˆุงู‚ูŠุฉ.

Wabah yang dinafikan dari haidts tersebut yaitu apa yang diyakini oleh masyarakat jahiliyah bahwa wabah itu menular dengan sendirinya (tanpa kaitannya dengan takdir dan kekuasaan Allah). Adapun pelaranan masuk terhadap suatu tempat yang terdapat thaโ€™un (wabah menular) karena itu merupakan perbuatan preventif (pencegahan). [Fatwa Al-Lajnah Ad-daimah no. 16453]

Hal ini diperkuat dengan Hadits bahwa Allah yang menciptakan pertama kali penyakit tersebut. Ia tidak menular kecuali dengan izin Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu , bahwa seorang lelaki yang berkata kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bahwa onta yang berpenyakit kudis ketika berada di antara onta-onta yang sehat tiba-tiba semua onta tersebut terkena kudis, maka beliau bersabda:ย 

ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุŸ

โ€œKalau begitu siapa yang menulari (onta) yang pertama ?โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini