Membeli Hewan Kurban Online Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 330 2432121 membeli-hewan-kurban-online-bagaimana-hukumnya-menurut-islam-C8DEhk94Fx.jpg Membeli hewan kurban online. (Foto: Okezone)

MEMBELI hewan kurban online dan sekaligus disembelih kepada pihak penjual atau penyelenggara pemotongan saat ini sudah marak. Berbagai pihak saat ini menawarkan pembelian hewan kurban berupa kambing, domba, sapi, kerbau yang dapat dipesan. Bukan itu saja, pemotongannya pun dapat dilakukan dalam satu paket.  Nah bagaimana hukum kurban online tersebut dapatkah dibenarkan dalam syariat Islam? 

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan  halmengirim hewan kurban ke luar daerah atau mengirim sejumlah uang untuk digunakan berkurban di luar daerah maka ada beberapa hal yang harus dipahami.

Pada asalnya, tempat menyembelih kurban adalah daerah orang yang berkurban. Karena demikianlah yang dipraktekkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat.

Baca Juga: Ini Syarat dan Kreteria Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi

Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah sangat memotivasi masyarakat agar berkurban di daerah di mana dia berada. Meskipun, masyarakat setempat sudah mampu atau tergolong kaya. Karena tujuan utama berkurban, bukan semata-mata mendapatkan dagingnya, tapi lebih pada menerapkan sunah dan syiar kaum muslimin. Allah berfirman, 

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Dagingnya maupun darahnya tidak akan sampai kepada Allah, namun yang sampai kepada-Nya adalah takwa kalian.” (QS. Al-Haj: 37)

Melansir laman Konsultasisyariah pada Senin (28/6/2021) menjelaskan bahwa  bagian dari bertakwa kepada Allah ketika berkurban adalah menjaga sunah dan syiar dalam berkurban.

Baca Juga: Apakah Hewan Kurban Harus Jantan?

Sementara ketika mengirim hewan kurban ke luar daerah, dipastikan akan ada beberapa sunah yang hilang. Diantara sunah yang tidak terlaksana ketika seseorang mengirim hewan kurban ke luar daerah adalah:

Pertama, Dzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban. Allah berfirman, ketika menjelaskan tentang berkurban, 

فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا 

“Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya.” (QS. Al-Haj: 36)

Sahibul kurban tidak bisa melakukan ajaran ini, jika hewan kurbannya di sembelih di tempat lain.

Kedua, menyembelih hewan kurban sendiri atau turut menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya, jika diwakilkan kepada orang lain. Menyerahkan hewan kurban ke daerah lain, tidak akan mendapatkan keutamaan ini.

Ketiga, makan daging kurban dianjurkan bagi sahibul kurban untuk memakan bagian hewan kurbannya. Allah berfirman,

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Makanlah bagian hewan kurbantersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan,” (QS. Al-Haj: 28)

Keempat, Sahibul kurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih. Sementara sahibul kurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan kurbannya disembelih.

Berdasarkan alasan ini, beliau melarang mengirim hewan kurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan kurban dan disembelih di tempat lain. (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 92, no. 4) 

Solusi yang bisa dilakukan adalah menyembelih di tempat sendiri, selanjutnya sohibul kurbanbisa mendistribusikan daging kurban ke manapun, sesuai kehendaknya.

Allahu a’lam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya