MAKAN sambil bersandar tidak pernah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah SAW. Rasululah justru menyontohkan makan dengan posisi badan tegak atau agak miring sedikit ke depan. Ketika makan, beliau tidak menyandarkan badannya ke dinding, kursi ataupun bantal.
"Dan dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdillah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, 'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku tidak makan sambil bersandar'." (HR. Al-Bukhari)
Menurut Al-Khathabi, sebagaimana dikutip Imam An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin, bahwa makan dengan bersandar membuat seseorang sanggup makan lebih banyak, sehingga dia akan kekenyangan setelah makan.
Baca Juga: Gadis Penghafal Al-Quran Meninggal Dunia Saat Bacakan Surat Yunus Ayat ke-4
Dikutip dari buku "165 Kebiasaan Nabi" pada Rabu (7/7/2021) dituliskan bahwa Nabi, tidak pernah makan banyak, melainkan hanya secukupnya. Cukup untuk menyambung hidup
Hadis di atas setidaknya mengandung dua pelajaran. Pertama, bahwa hukum makan sambil bersandar adalah makruh. Karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menyukai orang yang makan sambil bersandar.

Dan kedua, seyogyanya seorang muslim tidak makan terlalu banyak, karena akan membuatnya kekenyangan. Sementara orang yang kekenyangan selesai makan, dia akan membutuhkan beberapa waktu untuk melakukan aktivitas berikutnya. Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata,
"Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam makan korma dengan duduk muq'iy.” (HR. Muslim)
"Muq'iy," adalah orang yang duduk dengan melipat satu kakinya ke belakang, betis bagian depannya menyentuh tanah atau lantai, dan telapak kakinya menyangga pantat, sementara lututnya mengarah ke depan. Sedangkan kaki satunya lagi dilipat dengan lutut mengarah ke atas, paha bagian depan mengarah ke badan,betis bagian muka mengarah ke depan, dan telapak kaki menginjak tanah atau lantai.
Makan dengan posisi duduk seperti ini adalah sunnah Rasul, meskipun mungkin beliau tidak selalu makan dengan posisi duduk demikian.
Karena Anas mengatakan pernah melihat, artinya, ada juga posisi duduk Nabi yang tidak seperti ini yang juga pernah dilihat Anas. Hanya saja, posisi duduk seperti ini, terlebih lagi pada saat makan, dapat membuat seseorang untuk tidak bersandar.
Menurut Ibnul Qayyim, ada tiga macam bersandar yang ketiganya tidak dilakukan Nabi. Pertama, yaitu bersandar di atas perut atau makan dengan tiduran. Posisi seperti ini adalah posisi makan yang paling jelek, karena dapat mengganggu kesehatan.
Kedua, makan dengan bersandar kepada sesuatu. Misalnya, bersandar pada dinding dan kursi. Dan ketiga, yaitu duduk bersandar di atas kedua paha dengan menyilangkan kedua kaki di depan, atau duduk
bersila. Karena duduk seperti ini adalah gaya duduk para penguasa lalim saat itu. Dan, Nabi enggan duduk dengan gaya penuh keangkuhan seperti itu.
Beliau bersabda:
"Sesungguhnya aku duduk sebagaimana duduknya seorang hamba. Dan aku makan sebagaimana makannya seorang hamba."
Itulah makanya, beliau senang makan sambil duduk dengan posisi yang telah kami sebutkan sebelumnya, bukan dengan duduk bersila. Sekiranya yang dimaksud bersandar adalah duduk dengan beralaskan bantal dan sejenisnya, maka seakan-akan beliau bersabda:
"Aku tidak makan dengan bersandar di atas bantal seperti yang biasa dilakukan para penguasa lalim, dan orang-orang yang rakus. Namun aku makan secukupnya sebagaimana makannya seorang hamba.
(Vitrianda Hilba Siregar)