Yuk Ketahui 4 Strategi Pintar Menabung Supaya Bisa Naik Haji

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 616 2441725 yuk-ketahui-4-strategi-pintar-menabung-supaya-bisa-naik-haji-iH3ZN2o8zT.jpg Ilustrasi jamaah haji. (Foto: SPA/Reuters)

PEMERINTAH telah memutuskan membatalkan pemberangkatan calon jamaah haji tahun ini. Keputusan tersebut dampak masih mewabahnya covid-19 secara global, termasuk di Arab Saudi.

Sementara Pemerintah Arab Saudi sendiri memutuskan hanya menyelenggarakan ibadah haji tahun ini untuk warga lokal dan ekspatriat yang sudah menetap di sana. Kuotanya hanya untuk 60.000 orang dan syaratnya sudah divaksin.

Baca juga: Jelang Kedatangan Jamaah Haji, Masyarakat Umum Tidak Diizinkan Sholat di Masjidil Haram 

Kondisi ini tentu membuat waktu tunggu calon jamaah haji di Indonesia menjadi makin lama. Mengingat antrean ibadah haji sangat lama, maka sangat dianjurkan mempersiapkan dana ibadah haji mulai sekarang.

Dalam melakukan pendaftaran haji, calon jamaah wajib mendapat nomor porsi terlebih dahulu dengan setoran awal Rp25 juta untuk regular. Kemudian menunggu keberangkatan sesuai kuotanya di tiap daerah.

Masjidil Haram.

Lama antrean di setiap daerah berbeda-beda, termasuk untuk kategori ongkos naik haji (ONH) reguler dan ONH plus. Perbedaan waktu ini memengaruhi biaya yang perlu disiapkan untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Kebutuhan yang diperlukan sebelum berangkat hingga kembali ke Tanah Air juga turut menentukan besaran biaya ibadah haji.

Adapun biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp9,1 juta sehingga ONH menjadi Rp44 juta. Biaya ini cukup besar dibanding tahun 2020 yang hanya Rp35 juta lebih.

Baca juga: Arab Saudi Libatkan Perempuan dalam Pengamanan Jamaah Haji 

Selain itu, ada kebutuhan tidak terduga, baik dalam persiapan maupun ketika sudah berada di Tanah Suci, seperti kenaikan kurs dolar, pulsa, kelebihan bagasi, belanja berlebih, suntik meningitis, sampai baju yang digunakan untuk menyesuaikan dengan cuaca di Tanah Suci.

Komponen biaya yang tidak terlihat ini justru terkadang lebih besar daripada pembiayaan untuk kebutuhan utama ketika melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Aulia Akbar, perencana keuangan dan financial educator, merangkum empat strategi pintar menabung untuk naik haji. Apa saja? Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari Solopos.

1. Tabungan rencana haji

Jika melihat besarnya jumlah dana pendaftaran haji, tentu saja hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Jika Anda tidak memiliki dana tunai yang bisa dialokasikan langsung, maka menabung secara berkala di tabungan rencana haji. Misalnya, melalui tabungan penyelenggara BPIH, adalah cara yang paling tepat untuk menutupi biaya pendaftaran haji ini.

Sisihkanlah uang minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk mengumpulkan setoran awal biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH). Gunakanlah kalkulator waktu menabung yang ada di laman Kementerian Agama untuk mempermudah proses menabung Anda.

Anda bisa memangkas waktu lebih singkat dengan memasukkan sebagian tunjangan hari raya (THR) ataupun bonus tahunan ke tabungan tersebut.

Jamaah haji. (Foto: Reuters)

Baca juga: Hari Raya Kurban Identik dengan Bakar Sate, Yuk Ketahui Asal-usul dan Maknanya 

2. Alokasikan dana rencana haji di instrumen tepat

Dari durasi antrean ibadah haji yang cukup lama, Anda bisa mengalokasikan dana persiapan haji ke instrumen investasi. Jika Anda berniat menabung sendiri untuk setoran awal BIPIH, tentukanlah berapa lama Anda menargetkan dana tersebut untuk terkumpul.

Apabila jangka waktunya cukup dekat, maka sangat disarankan mengumpulkan dana tersebut ke instrumen keuangan rendah volatilitas sebut saja seperti tabungan bank biasa maupun reksa dana pasar uang.

3. Dana darurat sudah aman

Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda sedang menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Ibadah haji membutuhkan waktu kurang lebih 40 hari. Supaya perjalanan ibadah Anda lancar, maka harus memastikan keuangan cukup stabil untuk keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ingat kembali bahwa prinsip dalam berhaji adalah kemampuan. Karena itu, setelah dapat memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, pastikan bahwa dana darurat kalian aman. Jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan sangat bergantung pada jenis profesi dan jumlah tanggungan Anda. Seorang yang sudah menikah dan punya satu tanggungan disarankan memiliki dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan.

Baca juga: Deretan Artis yang Tak Pernah Ketinggalan Berkurban: Ria Ricis hingga Raffi-Nagita 

4. Jangan lupa lengkapi diri dengan perlindungan terbaik

Beberapa perusahaan asuransi tentu memiliki produk asuransi syariah yang ditujukan untuk Jamaah haji, atas musibah yang mungkin saja terjadi saat ibadah berlangsung. Namun jangan lupakan pula perlindungan mendasar yang seharusnya kita miliki terlebih dulu, apalagi kalau bukan asuransi kesehatan.

Mengingat biaya berobat yang terus mengalami kenaikan, maka sangat disarankan memiliki proteksi berupa jaminan kesehatan, baik dengan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan. Selain asuransi kesehatan, pertimbangkan pula untuk memiliki asuransi jiwa, khusus bagi mereka yang saat ini menjadi pencari nafkah utama di keluarga.

Asuransi jiwa akan memitigasi risiko hilangnya penghasilan ketika si pencari nafkah kehilangan kemampuannya untuk bekerja. Anda bisa memanfaatkan produk tabungan haji yang sudah dilengkapi dengan asuransi jiwa supaya lebih praktis.

Dengan mengetahui langkah-langkah menyiapkan dana haji tersebut, Anda dapat melangsungkan perjalanan haji dengan tenang, nyaman, dan menyenangkan. Tidak perlu berkecil hati bila hingga saat ini belum memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Mulailah merencanakan dana ibadah haji dari sekarang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya