Ketika Umar bin Khattab Berkeliling Kampung untuk Mencari Kekurangan Dirinya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 330 2443770 ketika-umar-bin-khattab-berkeliling-kampung-untuk-mencari-kekurangan-dirinya-PbIZ6QfhMw.jpg Umar bin Khattab khalifah yang tak anti kritik. (Foto: Freepik/Ilustrasi)

UMAR bin Khattab adalah khalifah yang sering dijadikan contoh sebagai sosok yang menyukai kiritk. Sementara kritik yang konstruktif dan saling menasihati adalah bagian tak terlepaskan dari agama Islam.

Semasa menjadi khalifah, beliau punya kebiasaan blusukan ke kampung-kampung. Salah satu tujuannya mencari tahu tentang aib dan kekurangan dirinya. Hal itu membuat masyarakat berani dan tidak segan untuk mengkritiknya.

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhu’iyah KH. Afifuddin Muhajir menjelaskan, Sayyidina Umar pada suatu ketika dicegat di jalan oleh seorang perempuan tua bernama Khaulah binti Tsa’labah dan dimintanya berhenti. Cukup lama beliau berhenti di jalan seraya menyimak kalimat-kalimat yang meluncur dari lisan Khaulah binti Tsa’labah. Kalimat Khaulah berisi nasihat nasihat sebagai berikut: 

Baca Juga: Otoritas Arab Saudi Cek Langsung Kesiapan Layanan Pusat Media Peliputan Haji

يا عمر ، كنتَ تدعَى عُميرا ثم صرتَ عمر ، ثم قيل لك أميرُ المؤمنين ، فاتق الله يا عمر ، فإنه مَن أيقن بالموت خاف الفوتَ ، و من أيقن بالحساب خاف العذاب

“Wahai Umar, engkau dulu dipanggil Umair (Umar kecil), kemudian berubah menjadi Umar, lalu sekarang engkau dipanggil dengan julukan “Amirul Mukminin”. (Pesan saya) : ‘Takutlah engkau, wahai Umar kepada Allah, karena barangsiapa meyakini adanya kematian, ia pasti khawatir akan hilangnya kesempatan, dan barangsiapa yang meyakini adanya hisab, ia pasti takut menghadapi adzab.”

Pertemuan di jalan antara Khalifah dan perempuan tua itu menjadi tontonan dan sekaligus membuat orang-orang yang melihatnya keheranan. Maka di antara mereka ada yang terpaksa bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa njenengan rela berhenti di sini hanya untuk mendengarkan omongan perempuan tua itu?”

Baca Juga: Jembatan Jamarat Mampu Menampung hingga 600.000 Jamaah Haji untuk Melempar Jumrah

Khalifah Umar menjawab, “Seandainya perempuan itu meminta agar saya berhenti di tempat ini dari awal siang sampai akhir siang, pasti saya tidak akan beranjak kecuali untuk shalat. Tahukah kalian, siapakah perempuan tua itu?” Mereka mejawab, “Kami tidak tahu.”

ayyidina Umar menjelaskan, “Dia adalah Khaulah binti Tsa’labah, seorang perempuan yang perkataannya didengar Allah SWT dari atas langit yang tujuh. Apa pantas Umar tidak mau mendengarkan ucapan perempuan itu? Sementara Allah Ta’ala mau mendengarkannya.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Melansir laman MUI disebutkan, kisah tentang Khaulah binti Tsa’labah secara singkat difirmankan Allah Ta’ala sebagai berikut: 

قد سمع الله قول التي تجادلك في زوجها و تشتكي إلى الله ، و الله يسمع تحاوركما ، إن الله سميع بصير

“Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Mahamendengar, Mahamelihat.” Semoga kita bisa meneladani keluhuran akhlak Umar bin Khattab meski beliau memiliki jabatan tinggi. Wallahu a’lam bis shawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya