Ikhlas dan Sabar dalam Berbisnis, Nabi Muhammad SAW Sudah Memberi Contoh Bagaimana Melakukannya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 24 Juli 2021 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 330 2445253 ikhlas-dan-sabar-dalam-berbisnis-nabi-muhammad-saw-sudah-memberi-contoh-bagaimana-melakukannya-wwWS7HPyPy.jpg Sikap ikhlas dan sabar dalam berbisnis. (Foto: Dok)

SIKAP ikhlas dan sabar dalam berbisnis perlu dimiliki seorang pengusaha. Dalam mengelola bisnis seorang pengusaha tentunya tidak bisa lepas sepenuhnya dari berbagai permasalahan, kegagalan, atau konflik. Tidak jarang pengusaha yang akhirnya berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkan lagi kegiatan bisnisnya karena merasa tidak mampu lagi.

Itulah mengapa pentingnya memiliki sikap ikhlas dan sabar dalam berbisnis. Dalam buku "Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad" karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo dijelaskan tentang hal itu.

Baca Juga: Nabi Muhammad SAW Selalu Profesional dalam memberi Tugas dan Amanat

Berdasarkan Al-Quran, sabar berarti menahan baik dalam pengertian material atau nonmaterial dalam menghadapi sesuatu yang diinginkannya. Kesabaran adalah sebuah proses, sebuah bentuk usaha yang menuntut ketabahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berat dan pahit.

Definisi dari sabar adalah menahan diri atau membatasi diri dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik. Sabar bukan berarti lemah atau menerima apa adanya, tetapi perjuangan yang menggambarkan kekuatan jiwa pelakunya yang tidak kenal lelah sehingga mampu mengalahkan keinginan nafsunya.

Allah berfirman, "Dan bersabarlah menghadapi apa yang menimpamu." (QS. Luqman: 17).

Sabar bukan dalam artian mengesampingkan semua keinginan yang dimiliki, melainkan untuk menghindarkan dari berputus asa, menjadi frustasi dan melihat kegagalan adalah sebuah bencana. Sabar juga menghindarkan dari sikap menyalahkan Allah atas apa yang terjadi.

Dengan sikap penyerahan diri pada Allah atau bersikap tawakal, seorang pengusaha tidak akan mengenal kata menyerah. Dia akan terus bergerak dan belajar dari kesalahan yang ia lakukan sebelumnya. Resiko dalam berusaha, resiko dalam berbisnis akan selalu ada. Itu adalah hal yang tidak dapat kita hindarkan. Masalahnya adalah bagaimana kita mengelola resiko yang akan datang menghadang.

Baca Juga: Presiden Vladimir Putin Sebut Islam Memperkuat Kerukunan Rusia

Dari Anas Ra, ia berkata: Rasulullah bersabda, "Pedagang yang pengecut akan tertutup (rezekinya), sedangkan pedagang yang berani menanggung resiko usaha akan dibukakan rezeki." (HR. al-Qadha'i).

Selain itu, Nabi Muhammad bersabda, "Jika kalian berserah diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, niscaya Dia menjamin rezekimu sebagaimana Dia menjamin kebutuhan burung yang terbang di pagi hari dengan perut kosong dan kembali pada sore hari dengan perut kenyang." (HR. Imam Tirmizi, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sikap ikhlas juga tidak hanya dibutuhkan saat pengusaha mengalami kesusahan. Ikhlas yang dilakukan dalam perusahaan seperti berbagi pengetahuan, ikhlas dalam menerima dan memberikan kritik atau saran dan ikhlas bekerja dalam tim akan menghasilkan kinerja yang berlipat ganda.

Rasulullah bersabda, "Beribadahlah seperti engkau melihat Allah, bila engkau tidak mampu melihat-Nya, maka yakiniah bahwa Allah melihatmu". Ikhlas membentuk kepribadian yang sejalan dengan pernyataan tersebut. Tidak akan ada lagi ketakutan akan atasan. Semua orang akan bekerja tanpa beban sehingga semua potensi yang ada akan keluar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya