Berniaga Cara Nabi Muhammad SAW Pegang Prinsip Penjual dan Pembeli Harus Murah Hati

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 330 2446395 berniaga-cara-nabi-muhammad-saw-pegang-prinsip-penjual-dan-pembeli-harus-murah-hati-dkPKVNi6FN.jpg Berniaga cara Nabi Muhammad SAW. (Foto: Shutterstock)

DALAM perniagaan pengusaha bisa menentukan kegiatannya apakah berfokus kepada konsumen atau consumer-centric dengan memberikan promo habis-habisan dengan intensitas yang besar bagi konsumen.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memuaskan dan menumbuhkan loyalitas konsumen. Tapi di sisi lain, perusahaan harus memotong cost yang besar agar dapat menyeimbangkan neraca arus kas mereka. Pada akhirnya, konsumen yang menang, tapi perusahaan harus gigit jari karena bisa saja terjun dalam kubangan kerugian.

Dasar dari konsep ini bukan pada produk atau konsumen, tapi pada sikap murah hati. Murah hati adalah sebuah sikap yang membatasi seseorang dari perbuatan yang berlebihan. Transaksi yang didasari dengan sikap ini adalah transaksi yang tidak berat sebelah dan akan mencapai win-win solution antara penjual dan pembeli.

Baca Juga: Kehidupan Tanpa Beribadah Sama Artinya Hidup yang Sia-Sia Saja

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Selasa (27/7/2021), soul marketing yang merupakan pengembangan dari cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad punya konsep yang berbeda dari bisnis consumer-centric maupun product-centric.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih” (HR Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra.)

Baca Juga: Jamaah Umrah Kembali Diizinkan Masuk, Indonesia Rumuskan Upaya Lobi Kepada Saudi

Dalam sebuah transaksi, pedagang yang murah hati tidak akan menetapkan harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, melainkan sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diberikan. Di sisi lain, konsumen juga bermurah hati kepada penjual dengan tidak memberikan penawaran yang terlalu rendah.

Murah hati menempatkan keuntungan di tengah-tengah, tidak condong kepada konsumen, tidak juga kepada penjual.

Rasulullah bersabda, “Wahai Ummu Qilat, jika engkau ingin membeli sesuatu, tawarlah dengan harga yang kau inginkan, diberikan atau tidak. Dan bila engkau ingin menjual, tawarkanlah dengan harga yang engkau inginkan, diterima atau ditolak” (HR al-Quzuwaini).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya