Promosi Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW Jangan Berlebihan

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 330 2450601 promosi-berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-jangan-berlebihan-Cduas6Mj7R.jpg Promosi berdagang ala Nabi Muhammad SAW. (Foto: Antara)

PROMOSI juga dilakukan Nabi Muhammad SAW saat menjalankan bisnisnya, berdagang. Namun promosi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tidak berlebihan dan menjauhkan dari sumpah-sumpah yang berlebihan ketika menjual produknya.

Nah zaman sekarang,pPengusaha yang ingin produk barang atau jasanya dikenal dan laku di pasaran tentunya perlu kegiatan promosi. Konsep promosi yang paling umum ditemukan biasanya berbentuk iklan di berbagai media, baik itu media massa maupun media lain seperti baliho bahkan di media sosial seperti Youtube.

Iklan tersebut sudah semakin sering ditemukan masyarakat. Hanya saja, saat ini masyarakat sudah semakin cerdas untuk tidak mudah tergiur karena iklan saja, bahkan tidak jarang ada orang yang bosan dan terganggu dengan adanya iklan yang terlalu berlebihan.

Baca Juga: Pengelola Umrah Minta Pemerintah Berikan Vaksin Booster Kepada Calon Jamaah

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Kamis (4/8/2021), soft selling atau promosi secara perlahan dan berkesinambungan jauh lebih berarti daripada hard selling yang berlebihan. Pembicaraan mulut ke mulut (word of mouth) pengaruhnya lebih kuat daripada gempuran iklan yang biayanya mahal.

Memperkenalkan produk ke masyarakat membutuhkan proses yang panjang, karena jika dipaksakan untuk sekadar viral dengan promosi yang berlebihan, kepopuleran produk bisa bertahan dalam tempo yang singkat saja.

Baca Juga: Diabetes, Begini Treament Mengatasi dari Ustaz Zaidul Akbar

Konsep promosi yang tidak berlebihan sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika beliau berdagang. Beliau menegaskan bahwa penjual harus menjauhkan diri dari sumpah-sumpah yang berlebihan ketika menjual produknya.

Beliau tidak pernah melebih-lebihkan produk dengan maksud untuk memikat pembeli dan melakukan sumpah untuk melariskan dagangannya. Nabi Muhammad bersabda, “Sumpah yang diucapkan untuk melariskan perniagaan, dapat merusakkan keuntungan” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah Ra.)

Sumpah secara berlebihan sudah dihindari sejak zaman dahulu, karena sumpah berlebihan yang bertujuan mendapatkan penjualan lebih tidak menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Mungkin penjual bisa saja untung di awal, namun ketika konsumen menyadari sumpahnya hanya sebuah kebohongan maka dia tidak akan beli lagi produknya.

Mereka juga bisa saja memberi tahu siapa saja agar tidak membeli barang yang dia jual. Rekomendasi dari mulut ke mulut efeknya memang lebih kuat dibanding promosi apa pun yang dilakukan penjual. Maka dari itu, sabda Nabi Muhammad membuktikan bahwa promosi yang berlebihan akan mengancam keberlangsungan usaha pedagang itu sendiri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut lagi, beliau juga menekankan agar pedagang tidak melakukan sumpah palsu. Untuk menyampaikan produk, biasanya perusahaan saat ini menggunakan PR (public relation) atau humas. Apabila kinerja PR berhasil, maka bisa menjadi fondasi yang kuat bagi perusahaan. Namun hal itu percuma jika perusahaan masih tetap menjual kebohongan.

Nabi Muhammad bersabda, “Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara yang tercela” (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau melarang adanya penawaran dan pengakuan fiktif dengan tujuan melariskan dagangan. Etika dalam promosi juga tidak luput dari perhatian Nabi Muhammad.

Suatu ketika Nabi Muhammad lewat di depan seseorang yang sedang menawarkan baju dagangannya, orang itu tinggi sedangkan baju yang ditawarkannya pendek. Kemudian beliau bersabda, “Duduklah! Sesungguhnya kamu menawarkan dengan duduk itu lebih mudah mendatangkan rezeki” (HR. Thusi). Dengan begitu, beliau telah mengingatkan pedagang pentingnya konteks dan cara melakukan penjualan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya