Pengelola Umrah Minta Pemerintah Berikan Vaksin Booster Kepada Calon Jamaah

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 614 2450569 pengelola-umrah-minta-pemerintah-berikan-vaksin-booster-kepada-calon-jamaah-HNahNjgR42.jpg Pengelola umrah minta pemerintah berikan vaksin booster kepada calaon jamaah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA -  Pengelola perjalanan ibadah Umrah di Indonesia meminta pemerintah untuk memberikan calon jamaah umrah vaksin booster sehingga dapat memenuhi persyaratan yang diminta Arab Saudi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI ), Bungsu Sumawijaya mengatakan,  Indonesia mayoritas mendapat vaksin Sinovac, dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian terkait memberi jamaah umrah vaksin booster .

"Jadi kita kan umumnya Sinovac, pemerintah Arab Saudi memberi kebijaksanaan harus ada booster nya dari 4 itu karena kita dari asosiasi sudah berkoordinasi ke Kemenag meminta untuk jemaah umroh dibantu untuk vaksin ketiga," katanya dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta.

Baca Juga: Berapa Gaji Anda Sehingga Berani Meninggalkan Sholat ?

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi sepakat membuka penyelenggaraan umrah pada 1 muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021, namun jamaah yang ingin ibadah harus sudah divaksin dengan jenis yang sesuai ketentuan. Vaksin yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi di antaranya AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Johnson&Johnson.

Sedangkan orang-orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm -semuanya buatan China- perlu menerima dosis suntikan booster sebagai prasyarat memasuki wilayah Saudi.

Aturan baru yang mewajibkan jamaah umrah diterima masuk dengan vaksin empat jenis itu salah satu menjadi kendala selain kebijakan karantina 14 hari. Pihak AMPHURI sejauh ini sudah menerapkan syarat protokol kesehatan karena ibadah umrah sempat dibuka untuk Indonesia dan Pakistan

"Kita bisa patuhi sampai pulang. Kendala peraturan baru, Covid lagi tinggi dan harus transit segala macam. Vaksin kedepannya selalu kita ikutin, umrah bukan hal baru karena dulu selalu divaksin meningitis," jelas Bungsu.

Baca Juga: Di Hadapan Ketum MUI, Mesir Puji Muslim Indonesia yang Moderat

Menurut Bungsu, pemerintah sudah melakukan diskusi dengan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia untuk membahas perihal ini. "Mungkin kita harapkan tingkat tingginya pak presiden lakukan lanjutan negosiasi, semoga bisa menghasilkan sesuatu yang baik," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi telah memasukkan vaksin Sinovac Biotech ke dalam daftar yang diterima untuk masuk ke wilayahnya. Namun ada syarat tambahan yang masih harus dipenuhi jika orang-orang yang divaksin Sinovac ingin masuk ke wilayah Saudi.

Disebutkan oleh media lokal Saudi Gazette, bahwa orang-orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm -semuanya buatan China- perlu menerima dosis suntikan booster sebagai prasyarat memasuki wilayah Saudi.

Syarat terbaru ini tertuang dalam pembaruan regulasi yang dirilis otoritas kesehatan Saudi dan diumumkan oleh Otoritas Jalan Lintas Raja Fahd pada Minggu (11/7) waktu setempat.

Menurut pembaruan regulasi kesehatan Saudi tersebut, orang-orang yang telah menerima dua dosis vaksin Sinopharm dan Sinovac harus menerima suntikan dosis booster dari jenis vaksin yang disetujui otoritas Saudi, yakni vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin AstraZeneca, vaksin Johnson & Johnson dan vaksin Moderna.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya