Masya Allah, Hijaber Ini Raih Gelar Doktor Termuda di Usia 24 Tahun

Aan haryono, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 614 2478519 masya-allah-hijaber-ini-raih-gelar-doktor-termuda-di-usia-24-tahun-jSsBpfdMDA.jpg Hijaber Diva Kurnianingtyas peraih gelar doktor termuda di usia 24 tahun. (Foto: Aan Haryono/MNC Portal)

SEORANG hijaber bernama Diva Kurnianingtyas mendadak jadi pusat perhatian berkat prestasi yang ditorehkan. Ia tercatat sebagai peraih gelar doktor termuda dengan usia 24 tahun. Diva menyelesaikan studi S3-nya di Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Ia pun akan menjalani wisuda ke-124 ITS pada Minggu 10 Oktober 2021 mendatang.

Diva berhasil lulus S3 (doktor) di usianya yang baru 24 tahun 9 bulan. Catatan akademiknya cukup menyita perhatian. Ia sebelumnya menempuh S1 Teknik Informatika di Universitas Brawijaya Malang dengan lama studi 3,5 tahun.

Baca juga: 5 Perawatan Rambut untuk Hijabers dengan Aktivitas Padat 

Setelah tiga bulan bekerja di bidang Data Engineering, Diva mengambil beasiswa program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di ITS jurusan Teknik Sistem dan Industri.

"Saya di ITS menempuh studi S2 selama setahun dan studi S3 selama tiga tahun," ungkapnya.

Gadis kelahiran Malang, 13 Desember 1996, ini menyampaikan bahwa motivasi terbesarnya adalah membahagiakan dan membanggakan ibunya.

"Sejujurnya, saya tidak pernah berekspektasi kuliah lanjut di usia muda. Tetapi karena keinginan serta doa beliau (ibunya, red), saya bisa mencapai titik ini," ujarnya.

Baca juga: 4 Gaya Hijab Busana Adat Tiphaine Poulon, Model Cantik Mualaf Asal Prancis 

Menjadi mahasiswa termuda dibandingkan teman-teman kuliahnya, Diva mengaku banyak tantangan yang dirasakan. Pertama, ia harus belajar secara cepat agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

Kedua, studi di usia muda menjadi tantangan tersendiri bagi mentalnya. Khususnya belajar bagaimana mengontrol emosi serta menerima keadaan yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

"Yang terpenting adalah belajar sabar. Studi S3 tidak seperti studi S1 dan S2 yang terus belajar ilmu pengetahuan, melainkan belajar ilmu kehidupan yang tidak pernah diperoleh sebelumnya," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selama kuliah, gadis asal Kota Malang ini banyak mengembangkan diri dalam proyek dan penelitian. Dia juga beberapa kali mempresentasikan penelitiannya dalam konferensi internasional hingga publikasi jurnal terindeks 'Scopus'.

"Sejauh ini bidang yang saya tekuni adalah Perencanaan dan Manajemen Kesehatan, Pemodelan Simulasi, Data Mining, Pemrograman, serta Optimasi," ucapnya.

Baca juga: 5 Gaya Hijab Medina Zein, Public Figure yang Mendadak Jadi Pusat Perhatian 

Di akhir masa studinya, dalam disertasinya Diva mengangkat topik mengenai perancangan, pengembangan, dan perencanaan sistem asuransi kesehatan nasional.

Tujuannya adalah untuk memperoleh strategi alternatif mekanisme rujukan kesehatan agar anggaran keuangan stabil, premi terjangkau, dan kualitas program meningkat.

Temuan dalam penelitian disertasinya ini adalah faktor krusial yang menyebabkan defisit keuangan terjadi karena kepatuhan peserta dalam membayar premi setiap bulan dan inefektif sistem rujukan.

Meskipun banyaknya peserta yang menunggak pembayaran, mengubah rujukan atau penetapan premi peserta menjadi solusi yang perlu dipertimbangkan. "Hal ini karena dapat mengurangi terjadinya anggaran keuangan yang mengalami defisit," katanya.

Baca juga: Kisah Wanita Inggris Jadi Mualaf, Mantap Berhijab dan Menikah dengan Pria Bekasi 

Ke depannya, Diva ingin fokus pada peningkatan pengetahuan dan kemampuannya dalam mengoptimasi sistem sektor kesehatan sebagai bentuk implementasi dua keilmuannya yaitu Teknik Informatika serta Teknik Sistem dan Industri.

"Pastinya saya ingin ilmu yang saya terima bisa bermanfaat bagi diri saya dan orang lain," ucapnya.

Terakhir, Diva menyampaikan terima kasih kepada ITS dan pihak-pihak di dalamnya yang telah memberikan kesempatan untuk ia belajar dan memperoleh banyak pengalaman. Tidak lupa, dirinya juga berpesan untuk mahasiswa ITS, khususnya yang sedang studi S3.

"Seringkali kita melupakan bahwa setiap orang memiliki ujian dan jalan hidup yang berbeda, kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain apalagi sampai menghakiminya. Tetap semangat untuk menyelesaikannya," tuntasnya.

Baca juga: 4 Gaya Hijab Cantik Rara Nawangsih, Ibunda Amanda Manopo di Sinetron Ikatan Cinta 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya