Share

4 Surat Nabi untuk Raja-Raja Dunia Mengajak Masuk Islam, Ini Isinya

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 01 November 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 614 2494704 4-surat-nabi-untuk-raja-raja-dunia-mengajak-masuk-islam-ini-isinya-j4fHXi5U5z.jpg Ilustrasi kisah Nabi Muhammad mengirim surat kepada raja-raja di dunia untuk memeluk Islam. (Foto: Shutterstock)

NABI Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memiliki cara yang lembut untuk mengajak raja-raja di dunia masuk Islam. Tidak ada paksaan, melainkan melalui sepucuk surat yang dikirim melalui utusannya.

Berikut ini beberapa surat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kepada raja-raja di dunia yang berisi ajakan memeluk ajaran agama Islam, seperti dikutip dari tayangan Sirah Nabawiyyah di kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Senin (1/10/2021).

Baca juga: Kisah Kejaiban Perang Badar: 314 Muslimin Menang Lawan 1.000 Pasukan Kafir Quraisy 

1. Kaisar Romawi Raja Heraklius

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengutus seseorang bernama Dihyah Al-Kalbi untuk mengirim surat kepada Raja Heraklius. Saat itu Kaisar Heraklius sedang berbahagia karena kemenangan atas Negeri Persia.

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Selain daripada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah akan memberikan pahala bagimu dua kali lipat, dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang-orang Romawi.

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama di antara kita, bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun; dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sembahan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka. Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Kaisar Romawi pun lantas memeriksa tentang kenabian seorang Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Hal ini dilakukan dengan memanggil seseorang dari bangsa Arab yaitu Abu Sufyan. Abu Sufyan saat itu masih belum memeluk Islam. Ia menjadi juru bicara karena memiliki nasihat paling dekat dengan Rasulullah.

Dari dialog bersama Abu Sofyan, Kaisar Romawi akhirnya menyadari bahwa ciri-ciri kenabian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sesuai dengan apa yang telah ia baca dala Kitab Injil. Meski begitu, Heraklius yang mencintai takhta kerajaannya tersebut tetap tidak memeluk Islam.

Ilustrasi kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Freepik)

Baca juga: 4 Mukjizat Akhlak Nabi yang Perlu Diteladani, Termasuk Sikap kepada Istri 

2. Penguasa Ethiopia Raja Najasyi

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengirim sepucuk surat kepada Raja Najasyi Asshamah bin Al-Abjar yang merupakan pemimpin Abbyshinia atau Ethiopia. Isi surat tersebut berbunyi:

"Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abbyshinnia (Ethiopia). Salam bagimu. Sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Maha Sejahtera, mengaruniakan keamanan, Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa Putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat-Nya, yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya, sebagimana diciptakan Adam dari tanah dengan-Nya.

Sesungguhnya aku mengajakmu ke Jalan Allah, dan aku telah sampaikan dan menasihatimu, maka terimalah nasihatku. Salam bagi yang mengikuti petunjuk."

Raja Najasyi akhirnya memeluk Islam melalui Jafar bin Abu Thalib. Kemudian sang raja mengirim surat balasan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengenai keislamannya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Pemimpin Bahrain Al Mundzir bin Sawa

Al Ala bin Adromi diutus oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk menyampaikan surat kepada Pemimpin Bahrain Al Mundzir bin Sawa mengenai ajakan masuk Islam. Surat tersebut sudah diterima oleh Al Mundzir, kemudian ia memberikan surat jawaban kepada Rasulullah.

"Amma ba’d. Wahai Rasulullah, saya sudah membaca surat tuan yang tertuju kepada rakyat Bahrain. Di antara mereka ada yang menyukai Islam dan kagum kepadanya lalu memeluknya, dan di antara mereka ada pula yang tidak menyukainya. Sementara di negeriku ada orang-orang Majusi dan Yahudi. Maka tulislah lagi surat kepadaku yang bisa menjelaskan urusan tuan."

Mendapati balasan dari Al Mundzir, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam kemudian mengirimi surat lagi kepada pemimpin Bahrain tersebut.

"Bismillahirrahmanirrahim.

Dari Muhammad Rasul Allah kepada Al Mundzir bin Sawa. Kesejahteraan bagi dirimu. Aku memuji bagimu kepada Allah yang tiada Illah selain-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, amma ba’d. Aku mengingatkanmu terhadap Allah Azza wa Jalla.

Barang siapa yang memberi nasihat kepada dirinya sendiri, dan siapa yang menaati utusan-utusanku dan mengikuti mereka, berarti dia telah menaatiku. Barang siapa memberi nasihat kepada mereka, berarti dia telah memberi nasihat karena aku. Aku telah memberi syafaat kepadamu tentang kaummu. Biarkanlah orang-orang Muslim karena mereka telah masuk Islam, kumaafkan orang-orang yang telah berbuat kesalahan dan terimalah mereka.

Selagi engkau tetap berbuat baik, maka kami tidak akan menurunkanmu dari kekuasaanmu. Siapa yang ingin melindungi orang-orang Majusi atau Yahudi, maka dia harus membayar jizyah."

Baca juga: Kisah Kedatangan Nabi Muhammad di Madinah dan Berdirinya Masjid Quba 

4. Penguasa Mesir Al Muqawqis

Surat untuk Penguasa Mesir Al Muqawaqis dikirim Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melalui Hasib bin Albu Batala.

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah. Untuk Al Muqawaqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk.

Selain daripada itu aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir."

Atas pemberian surat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tersebut, Sang Nabi diberikan hadiah dari Al Muqawaqis. Salah satunya adalah kuda tunggangan untuk Rasulullah.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman Beri Makan Semut tapi Tidak Dihabiskan, Alasannya Sangat Mengagumkan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini