AMPHURI Desak Pemerintah Beri Kepastian Pelaksanaan Haji dan Umrah

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 614 2495458 amphuri-desak-pemerintah-beri-kepastian-pelaksanaan-haji-dan-umrah-kqeXOxt1cr.jpg Ilustrasi ibadah haji dan umrah. (Foto: Shutterstock)

KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman Muhammad Nur mengatakan pihaknya mendesak pemerintah segera menyelesaikan hal-hal teknis yang masih menjadi kendala dalam penyelenggaraan ibadah umrah.

AMPHURI menilai sudah terlalu lama waktu yang dilalui untuk mempersiapkan keberangkatan jamaah umrah sejak diterimanya nota diplomatik dari Kerajaan Arab Saudi ke Pemerintah Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Umrah Diizinkan, AMPHURI Harap Jamaah Tak Perlu Karantina dan Vaksin Ulang 

Firman menjelaskan, dalam pernyataan tersebut Menlu Retno menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mendapat nota diplomatik dari Arab Saudi terkait telah dibukanya kembali umrah bagi jamaah asal Indonesia.

"Namun sudah hampir 1 bulan masih belum ada kepastian, sementara jamaah terus mendesak kapan bisa berangkat," katanya dalam keterangan resminya yang diterima MNC Portal, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Terkait Haji dan Umrah 1443H, Ini yang Sudah Dipersiapkan Kemenag 

Ia mengakui setelah nota diplomatik tersebut keluar, pemerintah khususnya Kementerian Agama (Kemenag) sebagai leading sector langsung merespons dan terus berkoordinasi dengan lintas kementerian atau lembaga, termasuk pihaknya selaku asosiasi penyelenggara umrah.

Namun pihaknya menyayangkan karena sampai hari ini belum ada kepastian terkait hal-hal teknis pemberangkatan tersebut. Sementara antrean jamaah haji dan umrah telah menunggu sebelum pandemi covid-19 datang.

"Ini yang membuat kami pertanyakan, ada apa sebenarnya," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut Firman pun menilai sudah terlalu lama hanya untuk menyelesaikan terkait kendala-kendala yang dihadapi seperti masalah barcode vaksin Indonesia yang informasinya masih belum bisa dibaca di Arab Saudi.

Baca juga: Kemenag Berangkatkan Jamaah Haji 2022 jika Dapat Kuota 100% 

Kemudian persoalan syarat perjalanan umrah yang mewajibkan vaksin covid-19 dosis lengkap, termasuk jenis vaksin yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi, sehingga perlu adanya vaksin booster.

Dia mengatakan, seharusnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah bisa mengantisipasi, bahkan pihaknya pun telah menyatakan kesiapan jika dilibatkan.

Baca juga: Indonesia Dapat Izin Umrah, AMPHURI: Jamaah yang Sudah Antre Diberangkatkan Lebih Dulu 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya