Share

Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah Sebarkan Islam yang Toleran

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 330 2508346 imam-besar-masjid-istiqlal-ajak-guru-madrasah-sebarkan-islam-yang-toleran-KMb9wuAXDj.jpg

IMAM Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, mengajak para guru madrasah dan pesantren untuk menyebarkan Islam yang toleran. Guru sewajarnya memiliki filosofi yang utuh dalam memandang perbedaan, sebagaimana Al-Quran sendiri terbuka dan mengakui agama-agama lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Prof Nasaruddin saat memberikan ceramah kunci pada Program Internasional Peningkatan Kapasitas Guru Madrasah dan Pesantren untuk Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang digelar oleh Masjid Istiqlal dan Institut Leimena, Senin (22/11/2021). Program LKLB kali ini berlangsung pada 22-26 November 2021 diikuti 174 guru madrasah dan pesantren dari mayoritas pulau Jawa dan Sulawesi, serta sebagian kecil dari provinsi Jambi dan Nusa Tenggara Timur.

“Saya ingin guru madrasah menjadi contoh bagi guru-guru lain. Bagaimana caranya, dengan mendeklarasikan kepada anak-anak didik kita bahwa sejak semula Al-Quran mentolerir perbedaan,” kata Prof Nasaruddin.

Wakil Menteri Agama tahun 2011-2014 itu mengatakan umat Islam wajib meyakini agamanya terbaik, namun jangan sampai melarang orang yang berbeda untuk berkeyakinan sama. Konsep Al-Quran dalam beragama sangat jelas yaitu lakum dinukum waliyadin artinya “untukmu agamamu dan untukku agamaku” (QS. Al-Kafirun ayat 6).

Webinar

“Saya mengakui agama Islam paling baik, paling benar, itu ada ayatnya. Tapi jangan melarang orang lain berkeyakinan sama. Agama Protestan paling baik, monggo. Tapi jangan kita saling mengusik,” kata Prof Nasaruddin.

Menurutnya, sangat jarang kitab suci secara eksplisit memberikan pengakuan terhadap agama lain. Namun, Al-Quran justru menyebut agama Nasrani dan Yahudi bahkan aliran kepercayaan Majusi.

“Kitab suci Al-Quran sangat terbuka, 17 kali memberikan pengakuan terhadap agama Nasrani, Katolik, Protestan, dan 15 kali memberikan pengakuan, penyebutan terhadap agama Yahudi,” kata Prof Nasaruddin.

Dia menjelaskan sebutan orang kafir dalam surat Al Kafirun bukan merujuk kepada umat beragama lain termasuk Nasrani atau Yahudi, melainkan para penyembah berhala. Al Quran memiliki 4 terminologi tentang penyembah, sehingga perlu berhati-hati dalam memahami maknanya agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

“Jangan mengatakan yang dimaksud (surat Al Kafirun) adalah Nasrani atau Yahudi. Bukan. Jadi jangan alergi terhadap agama Nasrani dan Yahudi. Jangan alergi dengan Nabi Isa yang di sana disebut Yesus Kristus atau Nabi Musa yang di sana disebut Moses,” ujar Prof Nasaruddin.

Prof Nasaruddin menambahkan Al-Quran dalam akhir surat Al Baqarah juga tidak membedakan nabi dan rasul. Umat Muslim mengakui Nabi Muhammad SWT sebagai nabinya, namun jangan mengingkari kenabian dan kerasulan orang lain.

“Tentu seluruh nabi dan rasul Allah masuk surga, bukan saja nabi dan rasulnya, tapi pengikut setia para nabi dan rasul pun dijanjikan surga. Jadi surga bukan monopoli umat Islam, umatnya Nabi Muhammad,” katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini