Share

Cerita Gus Dur soal Diktator Jatuh dari Kuda lalu Kecebur Sungai

Hantoro, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 614 2508211 cerita-gus-dur-soal-diktator-jatuh-dari-kuda-lalu-kecebur-sungai-JXqVjWMK3B.jpg KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. (Foto: Shutterstock)

KIAI Haji Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur pernah menceritakan humor tentang kisah hadiah unik untuk orang yang menyelamatkan seorang diktator. Hadiah yang diminta tersebut tidak disangka-sangka.

Diktator tersebut dikenal sangat kejam dan serakah. Maka itu, diktator tersebut dibenci oleh banyak orang, termasuk rakyat.

Baca juga: Kisah Gus Dur Ditanya soal Rumah Angker: Saya Belum Pernah Ketemu Hantunya 

Gus Dur. (Foto: Istimewa)

Pada suatu hari diktator tersebut sedang menaiki kuda dan mengelilingi kota. Di sebuah jembatan, tiba-tiba kuda itu bertingkah aneh usai terkejut melihat air sungai yang sangat deras. Sang diktator kemudian jatuh dari kuda dan terperosok hingga sungai. Dia pun terseret arus deras air sungai tersebut.

Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai yang sedang dialiri air deras. Dia beruntung, seorang pencari ikan melihatnya. Si pencari ikan kemudian melemparkan tali dan menyelamatkan diktator tersebut.

Baca juga: Ketika Gus Dur Membuat Anjing Peliharaan Bill Clinton Menangis hingga Stres 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengan rasa terima kasih yang sangat besar, diktator itu mengatakan kepada si pencari ikan yang terlihat miskin. Sang diktator mengatakan betapa besarnya jasa pencari ikan itu kepada negara dengan menolong dirinya.

Baca juga: Kisah Gus Dur soal Para Presiden Menangis Usai Tahu Kapan Negaranya Makmur 

"Jasamu sangat besar. Hadiah apa yang kau minta karena telah menyelamatkan diriku? Emas, permata, jabatan, wanita?" tanya si diktator kepada pencari ikan yang tampak miskin tersebut, seperti dikutip dari Santrigusdur, Ahad (28/11/2021).

Dengan kelugasan serta kejujurannya, pencari ikan itu menjawab, "Satu saja, paduka. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong paduka."

Baca juga: Kisah Gus Dur tentang Arti No Smoking untuk Para Kiai NU 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini