Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

14 Bentuk Kemesraan dan Keromantisan Nabi Muhammad SAW

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 31 Desember 2021 |10:35 WIB
14 Bentuk Kemesraan dan Keromantisan Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi bentuk kemesraan dan keromantisan Nabi Muhammad SAW. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

9. Mengantar istri

Diriwayatkan dari Ali bin Husein Radhiyallahu anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ وَعِنْدَهُ أَزْوَاجُهُ فَرُحْنَ فَقَالَ لِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ لَا تَعْجَلِي حَتَّى أَنْصَرِفَ مَعَكِ

Artinya: "Suatu ketika Nabi Shallallahu alaihi wassallam berada di masjid (Nabawi), sedangkan istri-istrinya ada di dekatnya kemudian mereka pulang. Rasulullah bersabda kepada Shafiyah binti Huyay: ‘Jangan buru-buru agar aku bisa pulang bersamamu'." (HR Bukhari Nomor 1897)

Dalam riwayat lain disebutkan:

أَنَّ صَفِيَّةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزُورُهُ فِي اعْتِكَافِهِ فِي الْمَسْجِدِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهَا يَقْلِبُهَا

Artinya: "Sungguh Shafiyah istri Nabi Shallallahu alaihi wassallam mengabarkannya (Husein bin Ali) bahwa ia mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang sedang iktikaf di masjid (Nabawi) pada 10 hari terakhir Ramadhan. Kemudian ia berbincang dengan Nabi beberapa waktu lantas berdiri untuk pulang. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassallam berdiri dan pulang bersamanya." (HR Bukhari Nomor 1894)

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Jumat 31 Desember 2021M/26 Jumadil Awal 1443H 

10. Mendahulukan istri

Hal ini dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam kepada istrinya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu dalam sebuah hadis perjalanan pulang dari penaklukan Khaibar:

خَرَجْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ قَالَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَوِّي لَهَا وَرَاءَهُ بِعَبَاءَةٍ ثُمَّ يَجْلِسُ عِنْدَ بَعِيرِهِ فَيَضَعُ رُكْبَتَهُ فَتَضَعُ صَفِيَّةُ رِجْلَهَا عَلَى رُكْبَتِهِ حَتَّى تَرْكَبَ

Artinya: "Kami keluar menuju Madinah." Anas berkata, "Aku melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menyiapkan tempat duduk Shafiyah di belakangnya dengan kain, kemudian ia duduk di dekat untanya dan memosisikan lututnya, lantas Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga naik (ke unta)." (HR Bukhari Nomor 2679)

11. Berbincang bersama istri di luar

Aisyah Radhiyallahu anha meriwayatkan dalam sebuah hadis panjang tentang kebiasaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ke luar kota membawa istri:

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ بِاللَّيْلِ سَارَ مَعَ عَائِشَةَ يَتَحَدَّثُ

Artinya: "Nabi Shallallahu alaihi wassallam ketika malam hari berjalan bersama Aisyah, berbincang dengannya." (HR Bukhari Nomor 4810 dan Muslim Nomor 4477)

Baca juga: 4 Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Rasulullah 

12. Mengajak istri ke luar kota

Kebiasaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika bepergian keluar kota adalah selalu membawa salah satu istrinya dengan cara diundi, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah Radhiyallahu anha. Ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ

Artinya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam itu ketika hendak bepergian akan mengundi di antara istri-istrinya. Siapa pun undiannya yang keluar, maka beliau akan pergi bersamanya." (HR Bukhari Nomor 2404 dan Muslim Nomor 4974.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement