TENAGA kerja wanita (TKW) asal Indonesia bernama Nenden tampaknya tidak ingin membuang-buang kesempatan selama bekerja di Arab Saudi. Pasalnya, waktu luang maupun keahlian yang ia miliki digunakan semaksimal mungkin sehingga bisa menghasilkan uang tambahan.
Nenden diketahui bekerja sebagai penjahit gaun pengantin di salah satu butik di Arab Saudi. Tidak sekadar bekerja, ia juga menyerap dengan baik ilmu-ilmu yang ia dapatkan di butik tersebut.
Baca juga: Siasat Aneh Abu Nawas Supaya Tak Dimasak Jadi Bubur, Kok Malah Korbanin Raja?

Setelah merasa cukup mahir, Nenden berinisiatif membuka jasa menjahit gaun di rumahnya sendiri. Namun, ia tidak meninggalkan pekerjaan lama. Hanya saja hal ini dilakukan untuk sekadar sampingan.
"Kalau jahit di rumah 5 tahunan. Kerja di majikan, setelah tahu caranya gimana, baru kita bisa buka sendiri di rumah," ujar Nenden, dikutip dari kanal YouTube Sobat TKI, Senin (24/1/2022).
Ia menerangkan, tarif jahit yang ditawarkan untuk satu gaun bisa mencapai 800 riyal atau sekira Rp3 juta. Bayangkan saja jika dalam satu bulan Nenden bisa mendapatkan orderan 4 hingga 5 gaun.
Belum lagi penghasilan Nenden di butik tempat ia bekerja pun cukup tinggi yakni mencapai 3.000 riyal atau sekira Rp11 juta. Bisa dibayangkan bukan berapa pundi-pundi uang yang masuk ke kantong TKW asal Indonesia satu ini?
Namun di balik itu semua, Nenden sempat merasakan suka duka tersendiri ketika memutuskan membuka jasa jahit di rumah. Ia mengatakan banyak pelanggan yang sulit dimengerti keinginannya ketika hendak menjahit gaun.
"Jatuh bangun kita cari customer yang baik, yang cocok, sama-sama sehati. Beradaptasinya rada-rada susah," kata Nenden.
Baca juga: Berkat Sedekah Jumat, Suami Istri Selamat dari Kecelakaan Maut Balikpapan
Baca juga: Kena Sihir Bisa Sembuh dengan Baca Doa Ini, Buya Yahya Ungkap Keutamaannya
Walaupun sempat kesulitan mendapatkan pelanggan, Nenden memilih tidak pantang menyerah. Kini ia sangat bersyukur dengan keahlian menjahit yang dimiliki.
Di saat butiknya tutup karena pandemi covid-19, Nenden tetap bisa berkarya dan menghasilkan uang secara mandiri.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)