Share

Potong Kuku Tidak Boleh Sembarangan, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Urutannya Sesuai Sunah

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 330 2543815 potong-kuku-tidak-boleh-sembarangan-ustadz-adi-hidayat-ungkap-urutannya-sesuai-sunah-XvLYYlKAe0.jpg Ustadz Adi Hidayat memaparkan urutan memotong kuku sesuai sunah. (Foto: Dok Instagram @adihidayatofficial)

USTADZ Adi Hidayat mengungkap urutan memotong kuku sesuai sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Ya, cara memotong kuku ternyata ada aturan dan urutannya tersendiri menurut ajaran agama Islam.

Memotong kuku termasuk fitrah manusia. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "(Sunah) fitrah ada lima yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: 5 Crazy Rich Mualaf Indonesia yang Banyak Bangun Masjid, Ada Suami Maia Estianty 

Kelima fitrah itu wajib dilakukan demi menjaga kebersihan tubuh. Sementara dalam memotong kuku, Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa kuku pada jari tangan dan kaki kanan harus didahulukan untuk dipotong.

"Jadi dari sepuluh jari ini, baik di tangan maupun di kaki. Kita mulai dari telunjuk tangan kanan dulu," jelas Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari unggahan akun Instagram @adihidayatofficial, Selasa (8/2/2022).

Ia juga mengimbau kaum Muslimin untuk tidak lupa memulainya dengan ucapan Bismillah agar kegiatan potong kuku ini bisa bernilai ibadah.

Baca juga: Kisah Lucu Abu Nawas dan Para Pejabat Istana yang Belum Pernah Lihat Gajah 

Kemudian kuku jari telunjuk tangan kanan menjadi yang pertama dipotong. Selanjutnya kuku jari kelingking kanan, jari manis kanan, dan diakhiri jari jempol kanan.

"Jari telunjuk, kedua kelingking, jari manis, jari tengah, kemudian jempol," papar Ustadz Adi Hidayat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berpindah ke tangan kiri, kuku pertama yang dipotong adalah jari kelingking. Kemudian jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan berakhir di jari jempol. Begitu pula urutannya ketika memotong kuku kaki.

Lebih lanjut Ustadz Adi Hidayat menuturkan bahwa sahabat-sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam selalu membiasakan menampung bekas potongan kuku. Jadi sebelum memulai memotong kuku, setiap Muslim disarankan memberi wadah atau tatakan seperti selembar tisu agar tidak berantakan. Selain itu, ada juga riwayat hadis yang menganjurkan untuk mengubur bekas-bekas potongan kuku.

Baca juga: Kapan Batas Masbuk Sholat Jumat? Ini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah 

"Mewadahi potongan kuku ada hikmahnya, hadis-hadis riwayat Al Imam Sufyan Assauri misalnya, memberikan kesan kepada kita bahwa setelah selesai memotong kuku ini akan lebih baik kalau bekasnya bisa dikuburkan," terang Ustadz Adi Hidayat.

Menguburkan sisa kuku memang bukan kewajiban, tetapi hal yang dianjurkan. Tidak hanya kuku, bagian tubuh seperti rambut pun dianjurkan dikuburkan. Bukan tanpa alasan, ada dua tujuan yang dituturkan Ustadz Adi Hidayat.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Selasa 8 Februari 2022M/7 Rajab 1443H 

Pertama, menghormati bagian tubuh yang telah diciptakan Allah Subhanahu wa ta'ala, sehingga bisa menjaga kemuliaannya. Kedua, menghindarkan mudharat yang tidak tampak, misalnya kebiasaan tukang sihir, yang biasa menggunakan bagian tubuh seperti rambut dan kuku.

Wallahu a'lam bissawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini