Share

Kisah Matinya Dajjal pada Akhir Zaman: Ditusuk oleh Nabi Isa dengan Tombak Emas hingga Meleleh

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 614 2544929 kisah-matinya-dajjal-pada-akhir-zaman-ditusuk-oleh-nabi-isa-dengan-tombak-emas-hingga-meleleh-Nn2C8SUF14.jpg Ilustrasi kisah Nabi Isa menombak Dajjal hingga melelh dan mati. (Foto: Shutterstock)

USTADZ Dr Khalid Basalamah Lc MA dalam dakwahnya menceritakan kisah langka akhir zaman pengejaran Dajjal. Dajjal ini berasal dari bahasa Arab, yakni Dajjala yang bermakna "Kekacauan". Dia akan keluar dari Khurasan, wilayah negeri Iran, diikuti dengan 70 ribu orang Yahudi untuk melakukan kerusakan selama 40 hari.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, kata Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, 40 hari dalam hal ini adalah hari pertama seperti satu tahun, hari kedua seperti sebulan, hari ketiga seperti satu pekan, dan hari lainnya seperti biasa. Dengan begitu, disimpulkan oleh Ustadz Khalid, Dajjal akan membuat kerusakan selama 1 tahun 2 bulan 2 minggu di seluruh muka bumi dan tidak ada satu negeri pun yang ditinggalkannya, kecuali Makkah dan Madinah.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Kamis 10 Februari 2022M/9 Rajab 1443H 

"Kecuali Madinah dan Makkah. Tidak bisa dimasuki oleh Dajjal karena di setiap pintu gerbang Makkah dan Madinah malaikat menghaluskan pedangnya dan menghalau Dajjal, sehingga Dajjal tidak bisa masuk," tutur Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari kanal YouTube Hidayah Indonesia, Kamis (10/2/2022).

Ciri-ciri Dajjal di antaranya mata kanan rusak, rambut keriting, tinggi besar, memiliki kulit kehitam-hitaman, serta dahi lebar yang tertulis Kaf, Fa, Ra yang membentuk kata kafir. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya Dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya KAAFIR." (HR Bukhari)

Pesan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, ketika Dajjal keluar dari suatu lokasi, maka menghindarlah walaupun harus berlari ke gunung. Tetapi jika bertemu dengannya, maka kuatkanlah iman kalian meskipun harus dibunuh. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah bersabda, "Siapa yang mendengar keberadaan Dajjal, hendaknya dia menjauh darinya. Sungguh demi Allah! Ada seorang mendatanginya dalam keadaan dia mengira bahwasanya dia itu beriman. Namun pada akhirnya dia malah menjadi pengikutnya disebabkan syubhat-syubhat yang dia (Dajjal) sampaikan." (HR Ahmad)

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan Dajjal memiliki api di tangan kanannya, entah di telapak tangan atau di sisi kanan tubuhnya. Kemudian di sisi kiri terdapat air yang sejuk seperti sebuah lautan yang luas. Ketika umat Islam tertangkap Dajjal, maka pilihlah tangan kanannya, yakni api sambil mengucapkan Bismillah. Sesungguhnya api tersebut adalah lautan yang sejuk.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Kamis 10 Februari 2022M/9 Rajab 1443H 

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Sungguh, aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Salah satunya secara kasat mata berupa air putih, dan yang lainnya secara kasat mata berupa api yang bergejolak. Bila ada yang menjumpainya, hendaklah mendatangi yang ia lihat berupa api dan hendaklah menutup mata, kemudian hendaklah menundukkan kepala lalu meminumnya. Karena, sesungguhnya itu adalah air dingin." (HR Muslim)

Dajjal akan makin banyak memiliki pengikut seiring berjalannya waktu. Ditambah lagi dengan adanya media sosial, sebagian ulama mengatakan popularitas Dajjal akan makin cepat terekspose. Tidak hanya itu, Dajjal juga akan sangat mudah mengelilingi bumi. Terlebih lagi dengan adanya transportasi seperti pesawat, karena memang ada ulama yang mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah adanya besi yang berterbangan sebagai tunggangan manusia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut, Dajjal akan sampai Makkah dan Madinah, tetapi karena tidak bisa masuk, ia pun mencari jalan lain melalui atas, yakni dari sebuah pegunungan tinggi, bersama para pengikutnya. Kemudian, ia memperlihatkan istana Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yakni Masjid Nabawi.

Tidak lama, Dajjal menepukkan telapak kakinya ke bumi hingga semua orang kafir keluar karena goncangan gempa dari kakinya itu. Semua orang yang munafik akan keluar, kecuali orang-orang beriman. Lalu akan ada seorang anak muda yang hatinya bersih keluar dari Madinah. Dajjal lantas menangkapnya untuk melakukan demo di depan pengikutnya.

Baca juga: Benarkah Rukuk Imam Jadi Batas Masbuk Makmum Sholat? Ini Kata Ustadz Ammi Nur Baits 

Dajjal berkata, "Saya Tuhanmu." Anak muda itu dengan tegas berkata, "Kau adalah Dajjal yang telah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam." Dajjal langsung mengambil sebuah alat tajam seperti gergaji dan membelah dua tubuh anak muda itu hingga kemaluannya. Dajjal kemudian melewati tengah-tengah tubuh anak itu di depan para pengikutnya. Mereka pun bersorak-sorak.

Setelah itu, Dajjal berseru, "Bersatulah." Tubuh anak muda itu pun kembali menyatu. Dajjal kembali bertanya, "Apakah kau sudah yakin saya Tuhanmu?" Anak muda itu dengan yakin berkata, "Saya bertambah yakin bahwa kau adalah Dajjal yang disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam." Mendengar jawaban itu, Dajjal menyerah dan berhenti menyentuh anak muda itu. Ya, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menyelamatkan anak muda tersebut.

Singkat cerita, Dajjal akhirnya tiba di Palestina, tepatnya saat ini di Israel. Ada sebuah kota bernama Bab Lud, yang juga sudah tercantum di hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sejak lama dan kini benar adanya, bahkan menjadi kota favorit di Israel. Dikatakan, Dajjal akan mengurung diri di sana. Sementara umat Islam di Madinah berkecambuk, mereka sepakat keluar dan mengejar Dajjal kemudian membunuhnya.

Setelah keluar Madinah akan ada satu orang yang memiliki nama sama seperti Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, yakni Muhammad bin Abdillah dengan postur dan paras yang mirip Rasulullah. Ia akan berubah dalam sehari semalam menjadi orang baik dan paham agama. Para umat pun memintanya memimpin peperangan melawan Dajjal. Orang tersebut memiliki julukan sebagai Imam Mahdi yang juga termasuk salah satu tanda-tanda kiamat.

Baca juga: 7 Anak Artis Ini Hafal Alquran, Ada yang Belajar di Pesantren sejak Usia 5 Tahun 

Lalu muncullah tanda-tanda kiamat besar yang ketiga, yakni ketika pasukan Imam Mahdi dan pasukan jihad tiba di Negeri Syam, tepatnya Kota Damaskus. Mereka berhenti sejenak untuk sholat di sebuah masjid. Lalu hadirlah sosok Nabi Isa Alaihissallam, sebagaimana dalam hadis Nawas bin Sam'an, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Lalu, Isa turun di 'Menara Putih' sebelah timur Damaskus dengan memakai dua potong baju yang dicelup za'faran dan wars, dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas sayap-sayap dua malaikat. Jika dia menundukkan kepalanya, akan menetes. Jika dia mengangkatnya, turunlah air, seperti mutiara. Maka, tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafasnya, kecuali dia pasti mati dan napasnya tercium dari jarak sejauh pandangannya."

Akhir cerita, Nabi Isa Alaihissallam akhirnya tiba bersama pasukan di depan pintu gerbang Bab Lud. Dikarenakan orang-orang Yahudi tidak tahu sosok Nabi Isa dan lainnya, mereka pun bersorak ramai menyambut kedatangan lawan perangnya itu. Kemudian kaum Yahudi itu melaporkannya kepada Dajjal, "Ada pasukkan yang mau menyerang kita." Dajjal lantas dengan sombongnya menunggu di depan pintu. Lalu ketika dia tahu ada Nabi Isa Alaihissallam, dia langsung terkejut. Ya, Dajjal akhirnya menyadari bahwa ajalnya telah tiba.

"Dajjal paham kalau sudah tiba ajalnya. Begitu melihat Nabi Isa Alaihissallam, dia lari dan badannya sampai meleleh di depan para pengikutnya. Nabi Isa mengejarnya dan mengatakan, 'Wahai musuh Allah, saatnya kau menemui ajalmu.' Lalu ditusuklah dengan tombak emas di antara dua matanya, maksudnya di dahinya, dan matilah Dajjal," tandas Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: 10 Masjid Terindah di Eropa, 2 di Antaranya Tanda Jasa untuk Muslim Pejuang 

Baca juga: Rumah Baim Wong Dimasuki 10 Ular, Pertanda Apa Menurut Islam? 

Semua pengikut Dajjal kemudian bersembunyi di atas batu dan di bawah pohon. Tetapi, batu dan pepohonan di depannya akan berbicara kepada umat Islam untuk menunjukkan posisi kaum Yahudi, kecuali satu pohon bernama Gharqad. Pohon Yahudi ini satu-satunya pohon yang bungkam kepada kaum Muslimin. Dikatakan oleh Ustadz Khalid Basalamah, Pemerintah Israel tengah besar-besaran menanam pohon itu. Inilah tanda-tanda kiamat besar selanjutnya.

Setelah kejadian itu, agama Islam akan masuk ke semua rumah di muka bumi, tidak tersisa satu pun baik dengan kemuliaan atau terhina. Siapa pun yang menolak agama Islam akan dibunuh. Saat itu Nabi Isa Alaihissallam akan memimpin 40 tahun dengan ketenangan menerapkan agama Islam. Ia tidak akan segan membunuh semua babi dan menghancurkan agama lain. Alhasil, hanya tersisa umat Islam di muka bumi ini.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini