Share

Mantan Mendiknas Yahya Muhaimin Meninggal, Muhammadiyah: Sosok Intelektual Teladan

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 614 2544952 mantan-mendiknas-yahya-muhaimin-meninggal-muhammadiyah-sosok-intelektual-teladan-tDj99MpRHV.jpg Tokoh Muhammadiyah sekaligus mantan mendiknas Prof Yahya Muhaimin meninggal dunia. (Foto: Instagram Haedar Nashir)

TOKOH Muhammadiyah sekaligus mantan menteri pendidikan nasional (mendiknas), Profesor Yahya Muhaimin, wafat pada Rabu 9 Februari 2022, pukul 10.10 WIB di Rumah Sakit Geriatri Purwokerto, Jawa Tengah. Sejumlah pihak pun sangat berduka, termasuk keluarga besar Muhammadiyah.

Diketahui bahwa Prof Yahya Muhaimin pernah menjadi Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, anggota PP Muhammadiyah periode 2000–2005, dan Atase Dikbud di Washington DC Amerika Serikat. Sehari-hari ia menjadi dosen dan guru besar serta pernah menjadi dekan di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM). Prof Yahya semasa muda aktif dan menjadi tokoh di Ikatan Pelajar Muhamamdiyah.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Kamis 10 Februari 2022M/9 Rajab 1443H 

"Beliau adalah guru dan tokoh kami yang rendah hati, bergaul, dan ramah menyapa kepada kader muda Muhammadiyah. Beliau sosok intelektual teladan yang menunjukkan kata sejalan tindakan. Meski kritis, tetap rendah hati dan tidak tampak aura arogansi dengan kemuannya yang mumpuni," tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resminya yang diterima Okezone.

Ketika buku dari disertasinya mengusik orang di sekitar istana yang berusaha menggugatnya, Prof Yahya menempuh jalan yang dianggapnya baik tanpa konfrontasi. Tetapi karya puncak intelektualnya tetap menjadi rujukan penting para pengkaji ekonomi politik Indonesia, yang membalik teori Marxisme.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Kamis 10 Februari 2022M/9 Rajab 1443H 

"Ketika saya studi S-2 dan S-3 di UGM, beliau banyak memberikan perhatian dan dukungan, disertai pesan-pesan kearifannya yang elegan dan tanpa terkesan menggurui. Beliau beberapa kali pesan dengan mengutip pernyataan Pak AR Fakhruddin, 'Mengurus Muhammadiyah ojo kenceng-kenceng.' Maksudnya, mengelola urusan Muhammadiyah jangan bertegangan-tinggi, moderat saja," imbuh Haedar Nashir.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kepribadian Prof Yahya memang moderat dan santun tanpa dibuat-buat, menunjukkan sikap aseli pada umumnya kader dan tokoh Muhammadiyah yang menghayati Kepribadian Muhammadiyah.

"Selamat jalan Pak Yahya Muhaimin, jejakmu adalah suluh kecendekiawanan yang autentik bagi kami. Semoga almarhum husnulkhatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan ditempatkan di jannatun na'im," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Bukan Almarhum, Ini Sebutan Lebih Tepat untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia 

Baca juga: 10 Masjid Terindah di Eropa, 2 di Antaranya Tanda Jasa untuk Muslim Pejuang 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini