Sementara itu Ustadz Djaelani atau akrab disapa Udjae juga memberikan juga memberikan pandangannya. Ia menangkap persepsi lain terkait haji metaverse. Pertama, penggunaan virtual itu hanya sebagai pengalaman sebelum benar-benar pergi ke Tanah Suci.
Baca juga: Cuma Modal Tongkat, Abu Nawas Bisa Tunjuk Titik Tengah Bumi, Raja pun Bingung
Baca juga: Berpahala Besar, Ini 8 Sunah di Hari Jumat yang Sangat Sayang jika Dilewatkan
"Kita melakukan haji atau umrah yang sesungguhnya, maka boleh dan menurut saya bahkan bagus agar lebih membuat kaum muslimin lebih bersemangat u mempunyai ghirroh pergi ke Tanah Suci," terangnya kepada MNC Portal.
Kedua, tidak sah jika penggunaan virtual itu sebagai ganti pergi haji, karena tujuan haji adalah pergi ke Tanah Suci. Bertujuan guna melakukan rukun haji dan umrah di tempat secara langsung.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)