Share

Kisah Nabi Saleh dan Tobatnya Tukang Tato Berkat Sedekah

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 11 Februari 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 614 2545661 kisah-nabi-saleh-dan-tobatnya-tukang-tato-berkat-sedekah-q2uhXL5m3t.jpeg Ilustrasi kisah Nabi Saleh Alaihissallam ajak tobat tukang tato melalui sedekah. (Foto: Shutterstock)

KISAH Nabi Saleh Alaihissallam memberikan faedah sangat besar untuk kaum Muslimin. Seperti kisah Nabi Saleh yang dijelaskan Al-‘Allamah al-Yafi’ dalam kitabnya At-Targhib wa tarhib. Pada zaman Nabi Saleh, hiduplah seorang tukang tato yang suka merusak pakaian orang-orang. Lalu sekelompok orang yang tidak suka kepada tukang tato tersebut menemui Nabi Saleh.

Mereka berkata, "Wahai Nabiyallah, doakan orang (tukang) tato itu agar ditimpa musibah karena dia suka merusak pakaian-pakaian kami."

Baca juga: Kisah Nabi Daud Pimpin Kerajaan Bani Israil Usai Menang Duel dengan Raja Jalut 

Nabi Saleh Alaihissallam pun lalu berdoa agar tukang tato tersebut pulang dalam keadaan tidak selamat. Namun, sore harinya Nabi Saleh kaget melihat tukang tato tersebut pulang dengan membawa bundelan dan kondisinya selamat. Padahal di dalam bundelan itu bersarang seekor ular yang ganas dan berbisa.

Lalu Nabi Saleh Alaihissallam bertanya, "Wahai tukang tato, apa yang kamu lakukan tadi pagi sebelum berangkat?"

Tukang tato itu menjawab, "Saya berangkat dengan membawa dua buah roti. Satu roti saya sedekahkan kepada orang, dan satu roti saya makan."

Lalu Nabi Saleh Alaihissallam berkata, "Benar. Allah telah menyelamatkan kamu dari bahaya malapetaka ular yang bersembunyi di dalam bundelan yang kamu bawa lantaran sedekah yang kamu lakukan. Pergi, dan bertobatlah."

Kemudian tukang tato itu pun bertobat dan tidak melakukan kejahatan lagi seperti merusak pakaian.

Seperti dilansir situs Pondok Pesantren Tebuireng, sejatinya sedekah tidak hanya membuat berlipat ganda pahala. Orang yang rajin sedekah akan dihindarkan dari beragam bencana dan malapetaka.

Rasululllah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Obatilah, orang-orang sakit kalian dengan sedekah."

Baca juga: Kisah Nabi Luth dan Azab Hujan Batu Menghancurkan Kaum Sodom 

Sungguh luar biasa keajaiban sedekah. Saking luar biasanya, Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma’ad menjelaskan, "Dalam bersedekah banyak hal luar biasa, termasuk menolak beragam bencana dan penyakit. Sekalipun yang melakukan sedekah adalah orang yang durhaka ataupun orang yang banyak menganiaya."

Mengingat banyaknya manfaat sedekah, penulis kitab Tanbihul Ghofilin, Imam Samarqandi, mengatakan, "Biasakanlah kamu untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun jumlah yang besar karena dalam sedekah ada sepuluh manfaat. Lima manfaat yang akan kamu peroleh ketika di dunia dan lima manfaat ketika di akhirat kelak."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lima manfaat yang akan diperoleh di dunia adalah menyucikan harta, menyucikan badan dari perbuatan dosa, dapat menolak beragam bencana dan penyakit, membahagiakan orang miskin, serta menjadikan harta kekayaan berkah dan berlimpah.

Sedangkan manfaat yang diperoleh di akhirat kelak adalah sedekah menjadi pelindung dari sengatan panasnya matahari kelak, mendapat ridho Allah Subhanahu wa ta'ala, membantu melewati shirath (jembatan), dan mengangkat ketinggian derajat di surga kelak.

Baca juga: Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus, Berawal Meninggalkan Kaumnya dalam Keadaan Marah 

Marilah budayakan gemar sedekah dalam kondisi apa pun. Sebab di antara ciri orang yang bertakwa adalah orang yang tetap bersedekah ketika sempit atau lapang, ketika suka ataupun duka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Ali Imran Ayat 133–134:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman Kerahkan Malaikat Menolong Burung-Burung dari Serangan Manusia 

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'." (QS Al Munafiqun: 10)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini