Share

Bukan Harta atau Keluarga, Ini Nikmat Terbesar dalam Hidup Kata UAS

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 330 2547012 bukan-harta-atau-keluarga-ini-nikmat-terbesar-dalam-hidup-kata-uas-vY4jwz1Att.jpg Ustadz Abdul Somad (UAS). (Foto: YouTube Ustadz Abdul Somad Official)

USTADZ Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa nikmat terbesar umat Islam bukanlah harta ataupun keluarga. Bukan juga hidup dan bekerja, karena semua makhluk hidup juga melakukan hal yang sama seperti manusia.

Bahkan, tenaga yang kuat juga disebut bukan nikmat terbesar. Sebab, gajah dan banteng lebih memiliki tenaga yang kuat dibandingkan manusia. Lantas, nikmat terbesar apa yang sebenarnya dimiliki kaum Muslimin?

Baca juga: Hari Valentine Trending Topic, Ini Nasihat dari Ustadz Abdul Somad 

Jawabannya adalah takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ya, setinggi apa pun jabatan dan sebesar apa pun kekuasaan yang dimiliki, semua itu bukanlah nikmat terbesar dibandingkan takut serta patuh kepada perintah Allah Ta'ala.

"Nikmat terbesar adalah ketika kau takut kepada Allah setinggi apa pun jabatanmu, sebesar apa pun kekuasaanmu," kata Ustadz Abdul Somad, dikutip dari Instagram @ustadzabdulsomad_official, Senin (14/2/2022).

Nikmat terbesar ini bisa digambarkan ketika seorang Muslim rela menutup tempat belanjaan atau meninggalkan pekerjaannya sejenak saat mendengar azan berkumandang, dan lekas mendirikan sholat sesegera mungkin. Ini adalah karunia terbesar jika dimiliki umat Islam.

"Kau tunduk dan patuh ketika azan berkumandang. Kau tutup tempat belanja mu. Kau tutup lokal dan kelasmu. Kau datang bersimpuh kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," lanjut Ustadz Abdul Somad.

Baca juga: Masya Allah, Begini Wujud Hajar Aswad ketika Di-Zoom 4.000 Kali 

Ia mengatakan, memang negara tidak membuat aturan ataupun denda bagi Muslim yang meninggalkan sholat, tetapi Muslim seharusnya justru takut karena Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan karena kekuasaan hukum di dunia.

UAS menambahkan, apabila kaum Muslimin membesarkan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam hati dan jiwanya, dunia ini pasti akan terlihat kecil dan hampa di matanya.

"Kau besarkan Allah dalam hatimu, maka dunia kecil di pelupuk matamu. Kau besarkan Allah dalam jiwamu, maka dunia ini hampa, tidak ada maknanya," terang Ustadz Abdul Somad.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di samping itu, orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala pun akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Mulk: 12)

Baca juga: Hari Valentine Menurut Islam, Benarkah Haram? Ini Kata Buya Yahya 

Baca juga: Jadi Mualaf, Gadis Cantik Italia Ini Sekarang Ahli Bahasa Arab dan Budaya Islam 

Imam Al Ghazali pun mengatakan bahwa takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan sikap terpuji sejauh ketakutan itu bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk meningkatkan amal salih dan ilmunya. Tetapi ketika ketakutan kepada Allah Ta'ala tidak membuahkan ilmu dan amal salih, maka rasa takut hanya menjadi penyesalan.

"Ketahuilah, takut kepada Allah adalah hal terpuji. Tetapi kadang orang mengira ketika semua rasa takut itu terpuji, maka kebanyakan dan kekuatan rasa takut dari sewajarnya menjadi lebih terpuji, ini justru keliru. Takut kepada Allah merupakan pecut-Nya yang memotivasi hamba-Nya untuk tetap menambah ilmu dan amal salih agar dengan keduanya mereka dapat mendekatkan diri kepada-Nya." (Al Ghazali, 2018 M/1439-1440 H: Juz IV/164)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini