Malik bin Dinar pun kembali berlari dengan cepat, sementara ular tersebut makin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: "Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku." Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: "Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatu pun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!"
Malik pun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: "Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!"
Baca juga: Gara-Gara Mimpi, Abu Nawas dan Santrinya Hancurkan Rumah Hakim, tapi Kok Raja Mendukung?
Selanjutnya Malik mengetahui bahwa dia adalah putrinya. Malik pun berbahagia mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia 3 tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka Fathimah pun memegang Malik dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya. Sementara Malik seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.
Fathimah berkata kepadaku: "Wahai ayah, belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah."
Maka Malik mengatakan: "Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu."
"Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal salihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu," ujar Fathimah.
Baca juga: Ini Cara Beriman kepada Malaikat, Muslimin Wajib Tahu
Malik pun terbangun dari tidur dan berteriak: "Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah." Lantas Malik mandi dan keluar untuk sholat Subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Malik kemudian masuk ke masjid dan ternyata imam membaca ayat yang sama: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah."