Share

7 Musisi Band Papan Atas yang Memutuskan Hijrah, Mantap Tinggalkan Dunia Hiburan

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 621 2552880 7-musisi-band-papan-atas-yang-memutuskan-hijrah-mantap-tinggalkan-dunia-hiburan-zqE99fp39z.jpg Bjah salah satu mantan musisi band papan atas yang mantap hijrah. (Foto: Instagram @lawyer.sunnah)

SEJUMLAH musisi band papan atas Tanah Air mantap hijrah. Mereka memilih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjalankan ajaran agama Islam sepenuhnya. Gemerlap dunia hiburan pun ditinggalkan.

Langsung saja, berikut ini tujuh musisi band papan atas Indonesia yang memutuskan hijrah, meninggalkan dunia musik, sebagaimana telah Okezone rangkum.

Baca juga: Alquran Surat Yasin Ayat 1-83 Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia 

1. Gito Rollies

Bangun Sugito atau lebih dikenal Gito Rollies adalah rocker bersuara khas yang sangat dikenal publik Tanah Air. Ia lahir di Biak pada 1 November 1947.

Pada 1967, Gito diajak bergabung dengan The Rollies, band yang dibentuk oleh basis Deddy Stanzah, drumer Iwan Iskandar, dan gitaris Tengku Zulian Iskandar. Sejak itu nama Rollies melekat pada diri Gito.

Ingar-bingar musik dan penyalagunaan obat terlarang sempat dirasakan Gito. Hingga pada titik tertentu ia menghentikan kebiasaan buruk itu.

Pada 1983, Gito menikah dengan perempuan keturunan Belanda bernama Michelle van der Rest. Namun saat itu dia belum lepas dari narkotika. Uang dan popularitas makin mengakrabi Gito setelah pindah ke Jakarta. Ia cukup lama menjadi pemakai narkoba.

Sekira akhir 1997, Gito memutuskan meninggalkan narkotika. Saat itu, sehari sebelum berulang tahun ke-50, Gito berjanji setelah usia menginjak 50 tahun akan berhenti memakai segala jenis narkoba.

Gito hijrah dan mendalami ilmu agama, bahkan rutin mengikuti kajian Islam. Tidak sampai di situ, Gito juga aktif mengisi kajian Islam.

Gito wafat di Jakarta pada 28 Februari 2008 setelah melawan sekuat tenaga penyakit kanker getah bening yang diidapnya sejak 2005.

2. Hari Moekti

Hariadi Wibowo atau lebih akrab dikenal Hari Moekti lahir di Cimahi pada 25 Maret 1959. Ia berasal dari seorang ayah anggota TNI AD. Rocker yang antraktif di panggung ini dikenal dengan sebutan "Kutu Loncat".

Hari Moekti mengawali kariernya di dunia musik pada 1988. Nama Hari Moekti sangat terkenal di blantika musik cadas pada era tahun 1980 hingga 1990-an.

Bahkan, dia menjadi trendsetter fashion anak muda pada zaman itu. Celana jeans yang sobek-sobek yang biasa dipakainya ditiru oleh anak-anak muda masa itu.

Hari Moekti bisa juga dibilang jadi salah satu rocker yang punya jadwal manggung paling padat. Tentunya dengan tarif yang gila-gilaan untuk menampilkan sosok Hari Moekti.

Namun kekayaaan dan keteneran yang didapatkan tidak membawanya bahagia, semu. Hari pun bertekad hijrah dan menekuni ilmu agama Islam hingga dia wafat pada Minggu 24 Juni 2018 malam.

Baca juga: Wamenag: Pak Menteri Tidak Ada Niat Bandingkan Azan dengan Gonggongan Anjing, Itu Tamsil 

3. Sakti Ari Seno

Sakti Ari Seno atau akrab disapa Sakti adalah mantan gitaris grup musik Sheila on 7. Ia salah satu pemusik Tanah Air yang memutuskan berhijrah. Sakti meninggalkan teman-temannya di band Sheila on 7 sejak 2006.

Sejak hijrah, Sakti berganti nama menjadi Salman Al Jugjawy. Usai memutuskan berhenti dari dunia musik, kini dia sibuk menuntut ilmu agama dan berusaha menjalankan sunah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Kini Sakti juga memiliki bisnis pakaian gamis dan usaha peternakan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Uki eks Noah

Uki eks Noah mantap hijrah dan memperdalam ajaran agama Islam. Ia pun memutuskan keluar dari band Noah dan fokus dengan bidang lain.

Dalam sebuah tayangan video, pria yang mulai berhijrah sejak 2 tahun silam ini menuturkan pandangannya tentang musik. Uki eks Noah mengaku tidak bangga dengan pencapaiannya ketika menjadi musisi.

"Saya enggak bisa membanggakan, 'Ya Allah, dulu saya ini menciptakan banyak fans, terus banyak lagu.' Di hadapan Allah, pada akhirnya itu enggak bisa meningkatkan derajat saya," kata Uki, dikutip dari kanal YouTube Belajar Sunnah.

Pemilik nama lengkap Mohammad Kautsar Hikmat ini menyatakan musik adalah bagian haram. Ia memiliki alasan terkait pandangannya tersebut.

"Kalau saya bilang, saya dengan uang ini bisa sedekah dengan banyak segala macam, tapi kita melakukan hal yang haram, enggak bisa," ungkap Uki.

Menurut dia, musik adalah pintu maksiat karena membuka peluang masuknya berbagai hal negatif dan musisi menjadi media pembukanya.

"Ketika musik itu enggak kalian lakukan, otomatis kalian menutup pintu khamr (minuman keras), rokok, terus bercampur dengan wanita," tuturnya.

Baca juga: Isra Miraj: Apa Itu Baitul Makmur dan Baitul Izzah yang Dilihat Rasulullah di Atas Langit? 

5. Derry Sulaiman

Deri Guswan Pramona atau akrab disapa Derry Sulaiman lahir di Saniangbaka, Sumatera Barat, pada 1 Agustus 1978. Ia lama bermain musik di Bandung dan Jakarta. Pada era 1999-an, Derry bergabung dengan grup trash metal Betrayer sebagai gitaris.

Dari hasil manggung bersama band, Derry Sulaiman mengantongi banyak materi. Mobil-mobil yang dimiliki juga merek ternama. Semua dia dapatkan, kemewahan dunia dirasakan. Namun, hal itu tak membuatnya bahagia.

"Hidup saya hampa meski banyak uang dan populer sebagai anak band. Kebahagiaan ternyata soal ketaatan beribadah, bukan kekayaan atau popularitas," ujarnya.

Semua kehidupan duniawi itu ditinggalkan Derry Sulaiman pada 19 tahun silam. Kini hidupnya diisi dengan memperdalam ilmu agama Islam.

6. Bjah eks The Fly

Muhammad Hamzah atau dikenal sebagai Bjah merupakan mantan vokalis grup band The Fly yang populer lewat lagunya berjudul "Terbang". Sempat melewati masa kelam dengan pasang surut kehidupan, kini Bjah sudah mantap memutuskan hijrah.

Bagi Bjah, tidak mudah untuk menemukan arti "hijrah" itu sendiri. Dia mengaku sampai harus tiga kali berhijrah baru menemukan makna sebenarnya.

"Hijrah tiga kali, gagal. Hijrah pertama, karena saya enggak tahu ya saya kan pengin dekat dengan Allah, gimana caranya pengin hidup benar. Itu kok hijrahnya amalannya kok seakan-akan taubat saya enggak diterima sama Allah," ujar Bjah, dikutip dari unggahan di akun Instagram @lawyer.sunnah.

Hingga pada hijrahnya yang kedua, Bjah coba mengamalkan amalan-amalan di luar dari perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Namun, akhirnya dia memilih meninggalkan metode di hijrahnya yang kedua ini.

"Saya yakin ini salah, amalannya hanya zikir, sedangkan sholat ditinggalkan. Saya tinggalkan sudah," ceritanya.

Sampai pada hijrah yang ketiga, Bjah memutuskan coba mengerjakan segala hal yang sunah, namun masih belum merasa hal ini yang tepat.

"Semua amalan sunah saya kerjain. Sehari tuh bisa tiga kali saya datangi pengajian sampai akhirnya saya keblinger karena banyak yang dibilang sunah," tuturnya.

"Saya sampai minta sama Allah, saat membaca Al Fatihah itu sampai nangis enggak berhenti-berhenti tuh: 'Ya Allah tunjukilah jalan-Mu yang lurus, saya enggak mau terserat kayak dulu'," sambungnya.

Sampai akhirnya hidayah pun datang lewat kajian yang Bjah temui di salah satu media sosial yakni kanal YouTube Khalid Basamalah. Kala itu dia menonton video berjudul "Ibadah Harus Dipaksakan".

Baca juga: Geger! Abu Nawas Bangun dari Keranda, Semua Orang Ketakutan Lari Tunggang Langgang 

7. Opick

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal Opick dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu religi. Ia mengawali karier di dunia musik sebagai penyanyi beraliran rock dan bergabung dengan sebuah grup band. Upaya Opick dan bandnya mengirimi lagu-lagu rock ciptaannya ke beberapa perusahaan rekaman seringkali berujung kegagalan.

Karier sebagai penyanyi rock pun tidak jelas hingga membuat Opick dilanda keresahan. Akhirnya ia memilih banting setir dan menggeluti lagu-lagu nasyid. Berbagai pertimbangan panjang dia lakukan hingga akhirnya memutuskan hijrah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini