Share

Apa Itu Istidraj yang Bisa Menjerumuskan ke Dosa-Dosa Besar?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 09 Maret 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 09 330 2558629 apa-itu-istidraj-yang-bisa-menjerumuskan-ke-dosa-dosa-besar-A3LeXRE7bI.jpg Ilustrasi bahaya istidraj. (Foto: Freepik)

USTADZ Muhammad Erfin Beddu mengatakan istidraj merupakan sebuah kenikmatan yang berupa hukuman. Ya, istidraj ini bagaikan tipuan berupa kenikmatan duniawi yang membuat seseorang lupa diri dan terus bermaksiat karena merasa terus-menerus diberikan anugerah oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Pasalnya, Allah Subhanahu wa ta'ala memang memberikan begitu banyak rezeki, kebahagiaan, serta kenikmatan dunia yang melimpah kepada orang tersebut. Padahal, sebenarnya kenikmatan itu adalah peringatan azab Allah Ta'ala kepada hamba-Nya, namun mereka tidak menyadarinya.

Baca juga: Terungkap Dialog Nabi Muhammad dan Musa saat Isra Miraj, Ustadz Hanan Attaki: Rahasia Umat Manusiaย 

Baca juga: Aneh! Abu Nawas Ngaku Suka Fitnah, tapi Kok Raja Malah Tertawa?ย 

"Kantor yang besar, istri yang besar. Kadang-kadang dia lalai mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dikatakan dengan istilah istidraj," kata Ustadz Muhammad Erfin Beddu dalam tayangan di kanal YouTube iNews Religi.

Sebagaimana dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam bersabda: "Apabila engkau lihat Allah memberikan sebagian keduniaan kepada hamba-Nya, apa saja yang diingininya dengan serba-serbi kemaksiatannya maka pemberian yang demikian adalah istidraj." (HR Ahmad)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut ia mengimbau kaum Muslimin untuk tidak tertipu dengan kenikmatan duniawi. Cara membedakannya cukup mudah, jika nikmat itu mendekatkan umat Islam kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, maka kenikmatan itu adalah sebuah anugerah.

Baca juga: Hijrah tapi Malah Dijauhi Teman-Teman, Ini Nasihat dari Aa Gymย 

Baca juga: Berbicara saat Makan, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat Islam?ย 

Sebaliknya, jika nikmat yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan itu justru menjauhkan kaum Muslimin dari Allah Subhanahu wa ta'ala, maka berhati-hatilah. Ustadz Muhammad Erfin Beddu mengatakan bahwa kenikmatan itu tipuan belaka, yakni istidraj.

"Ketika nikmat itu mendekatkan kita kepada Allah, itu anugerah. Tapi manakala nikmat yang Allah berikan, kesenangan yang Allah berikan, justru menjauhkan kita kepada Allah, hati-hati itu istidraj," tandasnya.

Wallahu'alam bissawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini