Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hukum Ziarah Kubur, Benarkah Sangat Dianjurkan Rasulullah?

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2022 |16:03 WIB
Hukum Ziarah Kubur, Benarkah Sangat Dianjurkan Rasulullah?
Ilustrasi hukum ziarah kubur. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Adapun jika mayit adalah musyrik atau kafir, maka tidak boleh mendoakan dan memintakan ampunan untuknya berdasarkan sabda beliau:

زار النبي قبر أمه. فبكى, وأبكى من حوله، فقال: استأذنت ربي في أن أستغفر لها، فلم يؤذن لي، واستأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي، فزوروا القبور فإنها تذكر الموت

Artinya: "Nabi pernah menziarahi makam ibu beliau. Lalu beliau menangis. Tangisan beliau tersebut membuat menangis orang-orang di sekitarnya. Lalu beliau bersabda: 'Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan untuk ibuku. Tapi Dia tidak mengizinkannya. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makam ibuku, maka Dia mengizinkannya. Maka berziarahlah kalian karena ziarah tersebut dapat mengingatkan kalian kepada kematian'." (HR Muslim (3/65). Dalam hadis ini juga terdapat dalil bolehnya menziarahi makam orang kafir dengan tujuan hanya untuk mengambil pelajaran saja, bukan untuk mendoakannya)

Maka ingatlah hal ini, tujuan utama berziarah adalah untuk mengingat kematian dan akhirat, bukan untuk sekadar pelesiran, apalagi meminta-minta kepada mayit yang sudah tidak berdaya lagi. Pahamilah adab ziarah kubur dengan benar. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Dalil Ziarah Kubur, Ini Keutamaan Luar Biasa Mengetahuinya 

Baca juga: Doa Ziarah Kubur Lengkap Arti dan Keutamaannya, Memohon Ampunan dari Allah Ta'ala 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement