Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Berprasangka Baik kepada Allah SWT saat Menghadapi Musibah

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 05 April 2022 |12:02 WIB
 Pentingnya Berprasangka Baik kepada Allah SWT saat Menghadapi Musibah
Selalu berdoa dan berprasangka baik kepada Allah SWT (Foto: Reuters)
A
A
A

BAGI pandangan kaum pesimis, hidup adalah kesengsaraan, guyonan yang mengerikan (awful joke) kata Darrow, tipuan dungu (stupid fraud) kata Tolstoy.

Dengan segala suka dukanya hidup ini selalu saja tidak terduga. Hari ini kita senang, besok bisa jadi kita susah. Hari ini kita kaya, banyak uang, boleh jadi besok kita jatuh miskin, hari ini kita sehat, besok bisa jadi kita sakit.

Ade Masturi-Dai Cordofa menjelaskan, kasus wabah Covid 19 misalnya, sampai saat ini belum terlihat melandai, malah menunjukkan peningkatan diberbagai wilayah Indonesia. "Ini tentu cukup memprihatinkan," ujarnya.

jangan pesimis 

Lingkungan kita, ujar Ade, pun tidak lepas dari ancaman virus corona ini. Musibah yang tiba-tiba itu sering membuat manusia bersedih, cemas, takut bahkan putus asa. Merasa hidupnya sempit dan buntu.

"Tak jarang, manusia yang tertimpa musibah jiwanya menjadi terpuruk dan sulit untuk bangkit. Maka tidak sepantasnya kita pesimis menghadapinya. Tapi kita harus optimis dan memiliki harapan," terang Ade.

Dalam hadis disebutkan:

Sesungguhnya cita-cita atau harapan itu merupakan rahmat Allah bagi umatku. Seandainya tidak ada cita-cita dan harapan niscaya tidak ada seorang ibu yng mau menyusui anaknya. Dan tidak ada seorang petani pun yang mau menanam tanaman atau pohon.(HR. ad-Dailami)

Alangkah sempitnya hidup ini jika tidak karena lapangnya harapan. Harapan yang akan melapangkan hidup ini ialah harapan kepada Allah yang maha kasih.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرً إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah (bersama) kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. al-Insyirah Ayat 5-6)

Ayat di atas bisa juga dipahami kebahagiaan selalu ada bersama-sama penderitaan. Dengan ayat ini Allah hendak mengatakan bahwa kesulitan penderitaan, musibah penyakit dll, tidak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan kemudahan.

Bahkan Allah menegaskan dengan kata inna dalam ayat tersebut bahkan diulang kembali kalimatnya. Penegasan ini meyakinkan agar seseorang selalu optimis dan tak sepatutnya larut dalam duka musibah dan bencana.

Jangan kita menyangka bahwa ketika malam semakin kelam, gelap pekat, berarti matahari tidak akan terbit lagi. Tidak… Jangan juga kita mengira jika krisis melanda, penyakit tersebar, bahwa dunia telah kiamat.

 BACA JUGA:Jangan Mengeluh! Hujan Waktu Mustajab Berdoa, Ini Dalil Sahihnya

Kalaupun dunia kiamat, Allah tidak meninggalkan kita yang bersangka baik kepada-Nya. Janganlah seseorang di antara kalian wafat kecuali dalam keadaan berperasangka baik kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis qudsi, Aku memperkenankan optimisime dan sangka baik hamba-Ku kepadaKu.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement