Share

7 Adab Buka Puasa Sesuai Sunah Nabi, Nomor 3 Cara Tepat Makan Kurma

Hantoro, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 616 2574762 7-adab-buka-puasa-sesuai-sunah-nabi-nomor-3-cara-tepat-makan-kurma-qMZbTAF98N.jpg Ilustrasi adab-adab buka puasa sesuai sunah Nabi. (Foto: Shutterstock)

ADAB buka puasa sesuai sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sangat penting diketahui kaum Muslimin. Diketahui bahwa buka puasa adalah waktu paling berbahagia bagi umat Islam.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

والذي نفسُ محمدٍ بيدهِ لَخَلوفِ فمِ الصائمِ أطيبُ عندَ اللهِ من ريحِِ المسكِ ,للصائمِ فَرْحتانِ يفرَحْهُما إذا أَفطرَ فَرِحَ ، وإذا لقي ربَّه فَرِحَ بصومِهِ

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah itu lebih wangi daripada misik. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya." (HR Bukhari Nomor 1904 dan Muslim 1151)

Ketika waktu berbuka puasa juga terdapat adab-adab sesuai sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Apa saja? Berikut ini penjelasannya, sebagaimana diungkapkan Ustadz Yulian Purnama S.Kom dalam laman Muslim.or.id:

Baca juga: Berawal Peran Jadi Ustadz, Aktor Senior El Manik Putuskan Masuk Islam 

1. Disunahkan menyegerakan berbuka

Dianjurkan untuk bersegera berbuka puasa ketika matahari terbenam. Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam bersabda:

إِذَا أقْبَلَ اللَّيْلُ مِن هَا هُنَا، وأَدْبَرَ النَّهَارُ مِن هَا هُنَا، وغَرَبَتِ الشَّمْسُ فقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ

"Jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka." (HR Bukhari Nomor 1954 dan Muslim 1100)

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ

"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

2. Berbuka puasa dengan beberapa butir ruthab (kurma segar)

Pilihan pertama untuk berbuka puasa adalah ruthab (kurma segar). Jika tidak ada maka dengan beberapa butir tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air putih.

Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

"Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum sholat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air." (HR Abu Daud Nomor 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Dawud)

Maka kurang tepat mendahulukan makanan atau minuman lain sebelum kurma atau air putih. Bukan berarti tidak boleh, namun perbuatan demikian kurang meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka.

Perlu diketahui juga bahwa sama sekali tidak ada hadis "Berbukalah dengan yang manis" atau yang semakna dengannya.

Baca juga: Viral 99 Anak Dapat Hadiah Sepeda Usai 40 Hari Berturut-turut Sholat Subuh di Masjid 

3. Adab memakan kurma

Dianjurkan ketika memakan kurma, hendaknya mengeluarkan bijinya di punggung dari dua jari yaitu jari tengah dan jari telunjuk. Dari Abdullah bin Busr radhiallahu’anhu ia berkata:

ثُمَّ أُتِيَ بتَمْرٍ فَكانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بيْنَ إصْبَعَيْهِ، وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى

"Kemudian dibawakan kurma kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dan beliau memakannya, kemudian mengeluarkan bijinya di antara kedua jarinya, yaitu beliau menggabungkan antara jari telunjuk dan jari tengah." (HR Muslim Nomor 2042)

Tujuannya agar tangan bersih dari kotoran dan bekas mulut ketika mengambil kurma selanjutnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Membaca doa berbuka puasa

Berdoa ketika berbuka dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Ibnu Umar radhiallahu’anhu berkata:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

"Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika berbuka beliau berdoa: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah)." (HR Abu Dawud Nomor 2357, An-Nasa'i 3315, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Adapun doa “Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin” dengan lafaz seperti ini tidak ada asalnya dari hadis. Sedangkan doa “Allahumma laka shumtu” memang terdapat dalam beberapa hadis, namun seluruhnya terdapat kelemahan.

5. Memperbanyak berdoa ketika berbuka puasa

Memperbanyak berdoa ketika berbuka puasa karena waktu berbuka puasa adalah waktu mustajab berdoa. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثلاثٌ لا تُرَدُّ دعوتُهُم الصَّائمُ حتَّى يُفطرَ والإمامُ العادلُ ودعْوةُ المظلومِ

"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi." (HR Tirmidzi Nomor 3598, Ibnu Majah 1752, Ibnu Hibban 2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At-Tirmidzi)

Boleh berdoa sebelum berbuka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

الدعاء يكون قبل الإفطار عند الغروب ؛ لأنه يجتمع فيه انكسار النفس والذل وأنه صائم ، وكل هذه أسباب للإجابة وأما بعد الفطر فإن النفس قد استراحت وفرحت وربما حصلت غفلة

"Doa ketika berbuka puasa dilakukan sebelum berbuka, ketika matahari hampir tenggelam. Karena ketika itu tergabung perendahan jiwa, penuh ketundukan, dan itu ia masih sedang berpuasa. Dan semua ini merupakan sebab dikabulkannya doa. Adapun jika setelah berbuka, maka jiwa merasa santai dan senang, bahkan terkadang menjadi lalai." (Liqa Asy Syahri nomor 8)

Boleh juga setelah berbuka. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta’ ketika menjelaskan hadis:

إنَّ للصائمِ عند فِطره دعوةً لا تُردُّ

"Orang yang berpuasa, ketika berbuka puasa ia memiliki doa yang tidak tertolak."

Mereka mengatakan:

الحديث رواه ابن ماجه، قال في (الزوائد) : إسناده صحيح، والدعاء يكون قبل الإفطار وبعده؛ لأن كلمة: (عند) تشمل الحالتين

"Hadis ini riwayat Ibnu Majah. Penulis kitab Az-Zawaid mengatakan sanadnya shahih. Dan doa ini boleh sebelum atau setelah berbuka. Karena kata 'inda' mencakup keduanya." (Fatawa Al Lajnah, 9/30)

6. Urutan berbuka puasa yang ideal

(1) Memperbanyak doa beberapa saat sebelum datang waktu Maghrib; (2) Ketika datang waktu magrib, baca basmalah, lalu makan kurma atau minum air putih; (3) Membaca doa “dzahabazh zhoma-u…”; (4) Lanjutkan makan atau minum yang lain; (5) Memperbanyak doa di antara azan dan iqamah; (6) Sholat Magrib.

7. Jeda azan dan iqamah

Hendaknya imam dan muazin memberi jeda antara azan dan iqamah yang cukup bagi jamaah untuk menyelesaikan makan tanpa terburu-buru. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اجعلْ بين أذانِك وإقامتِك نفَسًا ، قدرَ ما يقضي المعتصِرُ حاجتَه في مهَلٍ ، وقدْرَ ما يُفرِغُ الآكِلُ من طعامِه في مهَلٍ

"Jadikanlah antara azanmu dan iqamatmu jeda sejenak, yaitu sekadar waktu orang yang sedang ada kebutuhan menyelesaikan kebutuhannya dengan tenang, dan sekadar waktu orang yang sedang makan menyelesaikan makannya dengan tenang." (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Al Baihaqi, dan lain-lain. Dishahihkan Syekh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah Nomor 887)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini