5. Berlebih-lebihan/Tabdzir
Orang yang mubadzir dalam segala hal, baik dalam mengonsumsi makanan atau minuman atau yang lainnya berakibat seseorang mendekatkan persaudaraan dengan setan (QS Al Isra 7: 27). Hal yang bertentangan dengan misi ibadah puasa; mendekatkan diri pada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan menjadi orang-orang bertakwa. Maka dimensi horizontal bertakwa di antaranya adalah dengan memupuk kepedulian dan kepekaan sosial, melalui semangat berbagi dan saling menolong.
6. Bermaksiat
Bermaksiat pada Allah Subhanahu wa ta'ala, seperti tidak menjaga pandangan, pendengaran, mulut, kaki, dan tangan dari yang dimurkai dan dibenci oleh Allah Ta'ala.
Jika telah berusaha secara fisik kemudian diikuti menahan diri dari hal-hal tersebut, serta diperindah dengan hiasan amal baik lainnya, seperti tilawah, sedekah, salat malam, zikir, dan berdoa, maka janji pengampunan dan pahala berlipat dari Allah Subhanahu wa ta'ala menjadi sangat nyata.
Jika dilakukan secara masif dan serentak, maka kebaikan akan bergulir dengan cepat dan ringan. Terealisasilah doa ibadurrahman, "Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'." (QS Al Furqan 25: 74)
7. Berkata lagwu (sia-sia) dan rofats (kata-kata porno)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
"Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, 'Aku sedang puasa, aku sedang puasa'."
(HR Ibnu Majah dan Hakim. Syekh Al Albani dalam Shahih At-Targib wa At-Tarhib nomor 1082 mengatakan hadis ini shahih)
Apa yang dimaksud dengan lagwu? Dalam Fathul Bari (3/346), Al Akhfasy mengatakan:
اللَّغْو الْكَلَام الَّذِي لَا أَصْل لَهُ مِنْ الْبَاطِل وَشَبَهه
"Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.”
Lalu apa yang dimaksudkan dengan rofats? Dalam Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar mengatakan:
وَيُطْلَق عَلَى التَّعْرِيض بِهِ وَعَلَى الْفُحْش فِي الْقَوْل
"Istilah Rofats digunakan dalam pengertian 'kiasan untuk hubungan badan' dan semua perkataan keji."
Al Azhari mengatakan:
الرَّفَث اِسْم جَامِع لِكُلِّ مَا يُرِيدهُ الرَّجُل مِنْ الْمَرْأَة
"Istilah rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita." Atau dengan kata lain rofats adalah kata-kata porno.
(Hantoro)