Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seperti Ini Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 14 April 2022 |10:59 WIB
Seperti Ini Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum
Ilustrasi niat sholat tarawih sebagai makmum. (Foto: Arif Julianto/Okezone)
A
A
A

NIAT sholat tarawih sebagai makmum menarik dikupas dalam artikel kali ini. Pasalnya, tatanan ibadah sholat memiliki niat yang tergantung posisinya sebagai imam, makmum, atau saat dikerjakan sendiri.

Sholat tarawih sendiri merupakan sebuah ibadah sunah yang dilakukan di malam hari selama bulan Ramadan. Adapun anjuran untuk melaksanakan sholat tarawih berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)

Artinya: "Barang siapa melakukan sholat (tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah Ta'ala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq ‘Alaih)

Baca juga: 5 Fakta Sholat Tarawih Kilat 4 Rakaat Cuma 10 Detik, Nomor 3 Terungkap Bacaannya 

Sholat tarawih biasanya dilakukan sebanyak 8 hingga 20 rakaat dan dilanjutkan dengan sholat witir. Dalam pelaksanaannya, ada yang melakukan sholat tarawih dengan cara 2 rakaat satu salam atau 4 rakaat satu salam. Meski begitu, niatnya tetap sama. Hal yang membedakan hanyalah posisinya.

Lantas, seperti apa niat sholat tarawih sebagai makmum? Simak informasinya berikut ini.

Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Subhanahu wa ta'ala."

Niat Sholat Tarawih sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Subhanahu wa ta'ala."

Baca juga: 5 Keutamaan Sholat Tarawih, Salah Satunya Dapat Ampunan Dosa yang Telah Lalu 

Niat Sholat Tarawih Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ulama Sepakat Niat Cukup di Dalam Hati

Ulama besar Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya mengenai niat di awal berbagai ibadah seperti ketika mengawali shalat dan ibadah lainnya. Apakah niat ketika itu harus diucapkan di lisan semisal dengan ucapan "nawaitu ashumu" (saya berniat untuk puasa), atau "usholli" (saya berniat untuk shalat)? Apakah seperti itu wajib dilakukan?

Beliau rahimahullah menjawab, "Segala puji bagi Allah. Niat thoharoh (bersuci) seperti akan berwudhu, mandi, tayamum, niat shalat, puasa, haji dan zakat, menunaikan kafaroh, serta berbagai ibadah lainnya, niat tersebut tidak perlu dilafazhkan. Bahkan yang benar, letak niat adalah di hati dan bukan di lisan, inilah yang disepakati para ulama. Seandainya seseorang salah mengucapkan niat lewat lisannya, lalu berbeda dengan apa yang ada di hatinya, maka yang jadi patokan adalah apa yang ada di hatinya, bukan apa yang ia ucapkan (lafazhkan).

Itulah informasi mengenai niat sholat tarawih. Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement