Share

Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 195: Dilarang Menjatuhkan Diri dalam Kebinasaan

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 330 2598412 kandungan-surat-al-baqarah-ayat-195-dilarang-menjatuhkan-diri-dalam-kebinasaan-Ti2RMrL1RM.jpg Ilustrasi Alquran Surat Al Baqarah Ayat 195. (Foto: Shutterstock)

SURAT Al Baqarah Ayat 195 mengajarkan umat manusia untuk senantiasa bersedekah. Selain itu, ayat ini juga melarang menjatuhkan diri dalam kebinasaan. Seperti yang tercantum dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah menjelaskan bahwa saat berperang di Jalan Allah kita membutuhkan perbekalan.

Oleh sebab itu, Allah memerintahkan bagi umat Islam untuk senantiasa berinfak dalam upaya membantu perjuangan di Jalan Allah.

Pada ayat tersebut juga dibahas mengenai larangan untuk menjatuhkan diri dalam kebinasaan seperti membahayakan diri sendiri, bunuh diri, mati akibat kebakhilan dan keengganan berinfak hingga melemahkan perjuangan jihad.

Kita dianjurkan untuk senantiasa berinfak dengan ikhlas. Karena Allah mencintai orang-orang yang selalu berbuat baik bagi diri sendiri maupun untuk lainnya.

Lebih lanjut, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan secara rinci apa-apa saja yang termasuk dalam menjatuhkan diri dalam kebinasaan.

Meninggalkan perkara yang diperintahkan kepada hamba jika meninggalkannya itu mengharuskan untuk merusak tubuh atau bahkan sampai menghilangkan nyawa merupakan salah satu bentuk menjerumuskan kepada kebinasaan.

Bentuknya seperti melarikan diri dari jihad di jalan Allah, tidak mau mengeluarkan infak, masuk ke dalam perjalanan yang menakutkan atau di tempat binatang buas atau ular, memanjat pohon dan bangunan berbahaya.

Bentuk lainnya seperti memasuki sesuatu yang berbahaya dan semacamnya ke dalam diri. Berputus asa dari Rahmat Allah dan pertaubatannya juga masuk dalam hal-hal yang menjerumuskan diri dalam kebinasaan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jika diperhatikan, Surat Al Baqarah ayat 195 ini dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an karya Ustadz Marwan Hadidi bin Musa makna menjatuhkan diri dalam kebinasaan itu ada dua. Pertama meninggalkan perintah Allah Azza wa Jalla. Maksudnya apabila perintah itu berisi sesuatu hal yang dapat mengakibatkan pada binasanya badan atau ruh dan sebab yang dapat membawa kepada binasanya badan atau ruh.

Kedua, mengerjakan maksiat, berputus asa dari tobat dan meninggalkan kewajiban, di mana semua itu dapat membinasakan ruh dan agamanya.

Sementara itu, dalam Tafsir Al-Muyassar dari Kementerian Agama Saudi Arabia menjelaskan, bagi orang-orang mukmin hendaklah menginfakkan harta untuk membantu perjuangan di jalan Allah.

Surat Al Baqarah Ayat 195 juga menganjurkan manusia untuk selalu berbuat baik dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ketika beramal ikhlas dan hanya mengharap ridho dari Allah Ta’ala.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini