MAKKAH - Labaikallah humma labaik, labaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak.
Kalimat talbiyah terus berkumandang yang dilantunkan jamaah haji Indonesia saat menuju Masjidil Haram, Makkah.
"Saya bersyukur bisa berangkat haji. Alhamdulillah ya Allah," ujar Subhi mengawali kisahnya kepada Media Center Haji (MCH) di Masjidil Haram, Makkah, Senin (13/6/2022).
Subhi merupakan seorang petani. Bersama istrinya, Subhi berangkat naik haji tahun ini. Meski pernah berumrah ke Tanah Suci, panggilan dari Allah SWT untuk naik haji sangat istimewa.
Subhi menangis terharu usai melakukan tawaf (Berputar mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali) sebagai rangkaian ibadah umrah wajib yang dilakukan jamaah usai tiba di Makkah.
Subhi merupakan jamaah haji Indonesia asal Pati, Jawa Tengah dari Embarkasi Solo (SOC 1). Subhi bersama rombongan tiba di Makkah dari Madinah pada Minggu 12 Juni 2022 pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).
"Saya tani, ya saya menabung sedikit-sedikit dari hasil panen," katanya
Sebagai petani, Subhi mengatur uang hasil panen. Dalam kondisi panen, Subhi mampu mengantongi Rp5 juta, tapi jika sepi hanya Rp2 juta.
Penghasilan dari panen itu dibagi sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, untuk pupuk dan bibit, serta sisanya untuk tabungan haji.
"Kira-kira sampai sekarang ada 10 tahun (menabung)," katanya.
Keberangkatan haji sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, namun Subhi bersama istri tetap bersyukur akhirnya bisa berangkat haji tahun ini. Tercatat, Subhi dan istri menunggu selama 12 tahun untuk berangkat haji.
Subhi berharap keluarga, kerabat hingga anak-anaknya bisa pergi ke Tanah Suci seperti dirinya.
Tak hanya Subhi, jamaah lain bernama Ahmad Muzayin, seorang guru madrasah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kakbah.
Ahmad menunggu 11 tahun untuk bisa ibadah haji ke Tanah Suci.
"Sangat senang sekali. Menangis (saat pertama melihat Kakbah)," ucap Ahmad usai Salat Subuh di Masjidil Haram.
Ahmad menabung 3 tahun untuk bisa pergi ke Tanah Suci bersama istrinya. Sama seperti Subhi, keberangkatannya tertunda 2 tahun karena pandemi Covid-19.
"Berharap jadi haji yang mabrur," harapnya.
(Khafid Mardiyansyah)