Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wajib Tahu! Ini 3 Tanda Ibadah Kurban Diterima Allah Ta'ala

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 20 Juni 2022 |07:32 WIB
Wajib Tahu! Ini 3 Tanda Ibadah Kurban Diterima Allah Ta'ala
Ilustrasi tanda-tanda ibadah kurban diterima Allah Subhanahu wa ta'ala. (Foto: Arif Julianto/Okezone)
A
A
A

2. Ketenangan hidup yang ditandai dengan keridhaan batin dan sifat qana'ah atas segala pemberian Allah Subhanahu wa ta'ala.

والحياة الطيبة بالرضا والقناعة

Artinya: "Kehidupan yang baik karena hati penuh ridha dan qonaah."

3. Keterbukaan rahasia atas penguasaan alam semesta.

وظهور سر الخلافة بتسخير الكائنات وانفعالها ظاهرا وباطنا

Artinya: "Penampakan rahasia kuasa atas penundukan dan pengaruh terhadap alam semesta lahir dan batin."

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa kenikmatan dalam menjalankan ibadah itu sendiri sudah merupakan buah dari amal.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

وفى الحديث الصحيح قول ذلك الصحابي: فمنا من أينعت له ثمرته فهو يهديها، ومنا من مات لم يستوف من أجره شيئا منهم مصعب بن عمير رضى الله عنهم أجمعين. ومن طيب الحياة حلاوة الطاعة، فمن ثم يصح كونها ثمرة لا من حيث ذاتها فتدبر ذلك، وبالله التوفيق.

Artinya: "Dalam hadis shahih seorang sahabat Rasul berkata, 'Sebagian kami ada yang memiliki 'buah' matang, lalu Allah menghadiahkan untuknya. Tetapi sebagian kami ada yang wafat dan belum sempat mencicipi buah dari amalnya, salah satu dari mereka adalah Mush'ab bin Umair Radhiyallahu anhu.' Salah satu bentuk ketenangan hidup adalah merasakan kelezatan aktivitas ibadah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa kelezatan aktivitas ibadah itu sendiri bisa disebut sebagai bentuk dari buah amal, bukan sekadar aktivitasnya itu sendiri." (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80-81)

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa ukuran diterima atau tidaknya sebuah amal ibadah termasuk berkurban pada hari raya Idul Adha adalah setelah seseorang melakukannya. Ia makin tambah ketakwaannya. Di antaranya lebih rajin beribadah menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-Nya.

Syekh Ahmad Zarruq menyebut, jika setelah melakukan ibadah dan di kemudian hari tidak berdampak positif terhadap diri sendiri, maka patut introspeksi diri. Bisa jadi amal ibadah yang pernah dilakukan belum diterima Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Setidaknya setelah seseorang melakukan ibadah kurban diharapkan mendapat keberkahan yaitu tambahnya kebaikan kepada diri orang yang telah berkurban tersebut," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement