Share

Ini Orang-Orang yang Termasuk Mahram, Tidak Boleh Menikah di Antara Keduanya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 330 2614687 ini-orang-orang-yang-termasuk-mahram-tidak-boleh-menikah-di-antara-keduanya-ZRPZBlSk28.jpg Ilustrasi orang-orang yang termasuk mahram. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

SEBAGIAN orang masih belum mengetahui secara pasti siapa saja yang menjadi mahram dirinya. Mahram sendiri adalah orang perempuan atau laki-laki yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya.

Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa hubungan mahram bisa terjadi karena tiga sebab. Apa saja? Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Baca juga: Tanpa Mahram Bolehkah Perempuan Pergi Haji atau Umrah?ย 

1. Mahram karena keturunan

Orang-orang yang termasuk mahram karena keturunan ada tujuh, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

ุญูุฑูู‘ู…ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฎูŽูˆูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู…ูŽู‘ุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฎูŽุงู„ูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽุฎู ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุชู ูˆูŽุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุงุชููŠ ุฃูŽุฑู’ุถูŽุนู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฎูŽูˆูŽุงุชููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชู ู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุจูŽุงุฆูุจููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุงุชููŠ ูููŠ ุญูุฌููˆุฑููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุงุชููŠ ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ูู†ูŽู‘ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ูู†ูŽู‘ ููŽู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุญูŽู„ูŽุงุฆูู„ู ุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุฆููƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ู„ูŽุงุจููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุชูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุณูŽู„ูŽููŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง [ุงู„ู†ุณุงุก: 23]

Artinya: "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan; saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nisa (4): 23)

Berdasarkan ayat tersebut dapat diketahui bahwa orang-orang yang termasuk mahram, yaitu orang yang tidak boleh dinikahi dengan sebab keturunan ada tujuh golongan, yaitu:

1. Ibu-ibumu;

2. Anak-anakmu yang perempuan;

3. Saudara-saudaramu yang perempuan;

4. Saudara-saudara ayahmu yang perempuan;

5. Saudara-saudara ibumu yang perempuan;

6. Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki;

7. Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.

Anak akibat dari perzinahan termasuk mahram, dengan berdalil pada keumuman firman Allah Subhanahu wa ta'ala: "โ€ฆ anak-anakmu yang perempuan โ€ฆ" (QS An-Nisa (4): 23)

Baca juga: Wajib Tahu, Mahram dan Muhrim Berbeda Lhoย 

2. Mahram karena susuan

Mahram karena susuan ada tujuh golongan, sama seperti mahram sebab keturunan, tanpa pengecualian. Inilah pendapat yang dipilih setelah ditahqiq (ditelliti) oleh Al-Hafizh โ€˜Imaduddin Ismaโ€™il bin Katsir (Tafsirul Qurโ€™anil โ€˜Azhim, 1/511).

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ :ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ุจูู†ู’ุชู ุญูŽู…ู’ุฒูŽุฉูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุญูู„ูู‘ ู„ููŠ ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนู ู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ูŽู‘ุณูŽุจู ู‡ููŠูŽ ุจูู†ู’ุชู ุฃูŽุฎููŠ ู…ูู†ู’ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉ [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ]

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhu, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda tentang putri Hamzah: โ€œDia tidak halal bagiku, darah susuan mengharamkan seperti apa yang diharamkan oleh darah keturunan, dan dia adalah putri saudara sepersusuanku (Hamzah)." (HR Bukhari)

Alquran menyebutkan secara khusus dua bagian mahram sebab susuan, yaitu yang terdapat dalam Surat An-Nisa (4) Ayat 23:

โ€ฆ ูˆูŽุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชููƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุงุชููŠ ุฃูŽุฑู’ุถูŽุนู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฎูŽูˆูŽุงุชููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉูโ€ฆ [ุงู„ู†ุณุงุก: 23]

1. dan ibu-ibumu yang menyusui kamu

2. dan saudara-saudara perempuan sepersusuan

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Mahram karena perkawinan

Mahram karena perkawinan ada enam golongan, yaitu:

a. โ€œDan ibu-ibu istrimu (mertua)โ€ [QS. an-Nisa (4): 23]

b. โ€œDan istri-istri anak kandungmu (menantu)โ€ [QS. an-Nisa (4): 23]

c. โ€œDan anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuriโ€ [QS. an-Nisa (4): 23]

Menurut jumhur ulama, termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaan seseorang mempunyai hubungan mahram dengannya. Anak tiri menjadi mahram jika ibunya telah dicampuri, tetapi jika belum dicampuri maka dibolehkan untuk menikahi anaknya setelah bercerai dengan ibunya. Sedangkan ibu dari seorang perempuan yang dinikahi menjadi mahram hanya sebab akad nikah, walaupun si putri belum dicampuri, kalau sudah akad nikah maka si ibu haram dinikahi oleh yang menikahi putrinya.

d. โ€œDan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu (ibu tiri)โ€ [QS. an-Nisa (4): 22]

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ูƒูุญููˆุง ู…ูŽุง ู†ูŽูƒูŽุญูŽ ุขูŽุจูŽุงุคููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู โ€ฆ [ุงู„ู†ุณุงุก: 22]

Wanita yang dinikahi oleh ayah menjadi mahram bagi anak ayah dengan hanya akad nikah, walaupun belum dicampuri oleh ayah, maka anak ayah tak boleh menikahinya.

e. โ€œDan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudaraโ€ [QS. an-Nisa (4): 23]

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang menghimpunkan dalam perkawinan antara perempuan dengan bibinya dari pihak ibu, dan menghimpunkan antara perempuan dengan bibinya dari pihak ayah. Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูŽุง ูŠูุฌู’ู…ูŽุนู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ูˆูŽุนูŽู…ูŽู‘ุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽุงู„ูŽุชูู‡ูŽุง [ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…]

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€˜Tidak boleh perempuan dihimpun dalam perkawinan antara saudara perempuan dari ayah atau ibunya.โ€ [HR. Muslim]

f. โ€œDan diharamkan juga kamu mengawini wanita yang bersuamiโ€ [QS. an-Nisa (4): 24]

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุก โ€ฆ [ุงู„ู†ุณุงุก: 24]

Mahram disebabkan keturunan dan susuan bersifat abadi, begitu pula mahram disebabkan pernikahan. Kecuali menghimpun dua perempuan bersaudara, menghimpun perempuan dengan bibinya, yaitu saudara perempuan dari pihak ayah atau ibu, bila yang satu meninggal dunia maka boleh menikah dengan yang lain, karena bukan menghimpun dalam keadaan sama-sama masih hidup. Usman bin Affan menikahi Ummu Kulsum setelah Ruqayyah wafat, kedua-duanya adalah anak Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Demikianlah perempuan-perempuan yang termasuk mahram yang tidak boleh dinikahi oleh seorang laki-laki. Adapun perempuan-perempuan yang selain di atas adalah bukan mahram, sehingga halal dinikahi.

โ€ฆ ูˆูŽุฃูุญูู„ูŽู‘ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽ ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุบููˆุง ุจูุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ู…ูุญู’ุตูู†ููŠู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุณูŽุงููุญููŠู† โ€ฆ [ุงู„ู†ุณุงุก: 24]

Artinya: โ€œโ€ฆ Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina โ€ฆโ€ [QS. an-Nisa (4): 24]

Beberapa Ketentuan untuk Mahram

Ada beberapa ketentuan dalam agama Islam yang berkaitan dengan mahram, selain dari larangan menikahi. Di antaranya batasan aurat perempuan bagi mahram abadi adalah seluruh badan selain wajah, kepala, leher dan betis (di bawah lutut). Sedangkan untuk mahram muโ€™aqqat (tidak abadi) adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan. Aurat laki-laki bagi mahram dan selain mahram adalah antara pusar dan lutut.

Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa taโ€™ala.

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุบูุถูู‘ูˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆู’ุง ููุฑููˆู’ุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠู’ุฑูŒ ุจูู…ูŽุงูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบู’ุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆู’ุฌูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ุงูŽูŠูุจู’ุฏููŠู’ู†ูŽ ุฒููŠู’ู†ู‹ุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง โ€ฆ [ุงู„ู†ูˆุฑ: 30-31]

Artinya: โ€œKatakanlah olehmu (wahai Muhammad) kepada para lelaki mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui pada apa-apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para wanita mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak darinya โ€ฆโ€ [QS. an-Nur (24): 30-31]

Dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุก โ€œูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุก !ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุงู„ู’ู…ูŽูŽุญููŠู’ุถูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‡ุฐูŽุง ูˆูŽู‡ุฐูŽุงโ€ ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู [ุฃุฎุฑุฌู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ]

Artinya: Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda kepada Asmaโ€™: โ€œWahai Asmaโ€™! sesungguhnya seorang perempuan yang sudah haid tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan iniโ€ dan dia mengisyaratkan kepada wajah dan kedua telapak tangannya. [HR. Abu Dawud]

Di samping itu, pada dasarnya setiap orang tidak dilarang berduaan dengan mahramnya, namun akan lebih baik jika dia mengusahakan untuk tidak pernah berduaan dalam suatu kamar, khususnya dengan mahram muโ€™aqqat (ipar atau bibi istri) untuk suatu hal yang tidak penting, demi menyelamatkan diri dari fitnah.

Demikian penjelasan mengenai orang-orang yang termasuk mahram. Semoga jelas dan bermanfaat. Wallahu aโ€™lam bisshawab.ย 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini