"Riset ini sebelumnya juga berhasil keluar sebagai juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan finalis tingkat nasional di ajang LPB (Lomba Peneliti Belia) 2021. Atas pencapaiannya, Tim Riset MAN 1 Kudus direkomendasikan kembali untuk mengikuti IFEST2 2022 dan meraih silver medal," papar Azifa di Kudus, Selasa (19/7/2022).
Aufi menambahkan, bioetanol merupakan produk etanol yang diperoleh dari campuran bahan alami dan biomassa melalui proses bioteknologi. Namun, bioetanol yang dibuat oleh Tim Riset MAN 1 Kudus berbeda dari produk umumnya karena dapat menghasilkan emisi gas monooksida (CO) lebih rendah dan bersifat terbarukan.
Baca juga: Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Kumandangkan Dua Kali Azan Subuh, Ini Tujuannya
"Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi terhadap krisis energi dengan pembuatan bioetanol dari lamun jenis Enhalus acoroides dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) sehingga dapat memanfaatkan lamun sebagai energi alternatif terbarukan pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan," kata Aufi, dikutip dari Kemenag.go.id.
Dalam penelitian yang sudah dilakukan, keduanya menemukan formula bioetanol terbaik pada Formula 1. Formula 1 memiliki kadar air yang rendah, memiliki kadar etanol yang tinggi dengan waktu fermentasi yang standar.
(Hantoro)