Share

Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191 Lengkap Cara Membacanya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 616 2641599 hukum-tajwid-surat-ali-imran-ayat-190-191-lengkap-cara-membacanya-E8ilzeNMLC.jpg Ilustrasi hukum tajwid Surat Ali Imran Ayat 190-191. (Foto: Shutterstock)

HUKUM tajwid Surat Ali Imran Ayat 190–191 akan dibahas lengkap dalam tulisan kali ini. Diketahui bahwa ketika membaca Al-quran, tentunya harus diketahui hukum tajwid di setiap ayatnya.

Tajwid sendiri secara harfiah artinya mengelokan atau membaguskan bacaan. Kemudian mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya.

Baca juga: Menangis Pertama Kali Dengar Adzan, Bule Cantik Ini Mantap Masuk Islam 

Begitu juga saat membaca Surat Ali Imran Ayat 190–191, terdapat hukum tajwid di dalamnya. Sehingga membuat bacaannya jadi lebih indah, dan sekaligus membaguskan makna yang ada di dalamnya.

Berikut ini hukum tajwid Surat Ali Imran Ayat 190–191, sebagaimana Okezone himpun dari kanal YouTube Abdul Rozak dan sumber lainnya.

Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190:

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la`āyātil li`ulil-albāb

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS Ali Imran [3]: 190)

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Baca juga: Cerita Bule Australia Jadi Mualaf Setelah Bekerja di Indonesia, Bermula Takjub Lantunan Adzan 

1. Idgham ma'al ghunah/idgham wajib ghunah/ghunah musadad, yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

2. Mad thabi'i (mad asli) adalah ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

3. Alif lam syamsiyyah, yakni alif lam bertemu dengan huruf sin (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf sin (huruf syamsiyyah).

4. Mad thabi'i (mad asli). Ini adalah huruf mim bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal diatas itu menunjukkan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

5. Mad thabi'i (mad asli), yaitu wau bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal di atas itu menunjukkan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

6. Alif lam qomariyyah, yaitu alif lam bertemu dengan huruf hamzah (huruf Qomariyyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.

7. Hukum ro bisa tarqiq bisa tafhim, karena ro berhadapan dengan huruf isti’la (Yaitu huruf Dhod), huruf isti’la ada 7 kho, shod, dhod, ghin, tho, qof, dzo.

8. Mad thabi'i (mad asli), yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

9. Alif lam syamsiyyah, yaitu alif lam bertemu dengan huruf lam (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah).

10. Alif lam syamsiyyah, yakni alif lam bertemu dengan huruf nun (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf nun (huruf syamsiyyah).

11. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

12. Tarqiq. Huruf ra barisnya kasrah, cara membacanya huruf ra dibaca tipis.

13. Mad badal. Hamzah berbaris vertikal, yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

14. Mad thabi'i (mad asli). Huruf ya bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal di atas itu menunjukan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

15. Idgham bilaghunah/ idgham bighoiri ghunnah. Tanwin bertemu dengan huruf lam, cara membacanya suara tanwin dimasukan ke huruf lam serta tidak memakai dengung.

16. Alif lam qomariyyah. Alif lam bertemu dengan huruf hamzah (huruf Qomariyyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.

17. Mad arid lisukun/ aridisukun. Mad thabi'i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

18. Qalqalah kubro (Ba). Huruf qalqalah mati mendadak karena diwaqafkan (saat di berhenti kan).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 191:

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Allażīna yażkurụnallāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbihim wa yatafakkarụna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ, rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā 'ażāban-nār.

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'." (QS Ali Imran: 191)

1. Alif lam syamsiyyah. Alif lam bertemu dengan huruf lam (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah).

2. Mad thabi'i (mad asli). Ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

3. Mad thabi'i (mad asli). Wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

4. Tafhim. Lafadz Allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz Allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris fatah, cara membacanya lafadz Allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.

5. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

6. Idgham bighunah. Tanwin bertemu dengan huruf wau (huruf idgham), cara bacanya suara tanwin dimasukan ke huruf wau, cara membacanya di tahan serta dengung.

7. Mad thabi'i (mad asli). Wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

8. Idgham bighunah. Tanwin bertemu dengan huruf wau (huruf idgham), cara bacanya suara tanwin dimasukan ke huruf wau, cara membacanya di tahan serta dengung.

9. Mad thabi'i (mad asli). Huruf lam bertemu alif yang tersembunyi, baris vertikal di atas itu menunjukkan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

10. Mad thabi'i (mad asli). Wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

11. Idzhar safawi. Mim mati bertemu dengan huruf wau (huruf idzhar safawi yaitu huruf wau atau fa), cara membacanya mim mati dibaca jelas serta bibir harus rapat.

12. Mad thabi'i (mad asli). Wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

13. Mad thabi'i (mad asli). Ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

14. Alif lam syamsiyyah. Masih sama, yaitu alif lam bertemu dengan huruf sin (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf sin (huruf syamsiyyah).

15. Mad thabi'i (mad asli). Huruf mim bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

16. Mad thabi'i (mad asli). Wau bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal di atas itu menunjukkan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

17. Alif lam qomariyyah. Alif lam bertemu dengan huruf hamzah (huruf Qomariyyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.

18. Hukum ro bias tarqiq bisa tafhim, karena ro berhadapan dengan huruf isti’la (Yaitu huruf Dhod), huruf isti’la ada 7 kho, shod, dhod, ghin, tho, qof, dzo.

19. Tanda waqaf. Waqaf jaiz, artinya boleh waqaf boleh washal (boleh berhenti boleh lanjut).

20. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

21. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

22. Qalqalah sugra. Huruf qof barisnya mati (sukun).

23. Mad thabi'i (mad asli). Huruf ha bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

24. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

25. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

26. Mad iwadh. Kalimat yang berbaris tanwin fatah diwaqafkan, cara membacanya suara tanwin dihilangkan, panjangnya 2 harakat kecuali kalimat yang huruf akhirnya ta marbuthoh, karena ta marbuthoh jika diwaqafkan huruf ta berubah menjadi ha mati.

28. Mad thabi'i (mad asli). Huruf ha bertemu dengan alif yang tersembunyi, baris vertikal di atas itu menunjukkan adanya alif yang tersembunyi, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

29. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

30. Mad thabi'i (mad asli). Alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

31. Alif lam syamsiyyah. Alif lam bertemu dengan huruf nun (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf nun (huruf syamsiyyah).

32. Mad arid lisukun/aridisukun. Mad thabi'i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid Surat Ali Imran Ayat 190–191. Semoga sangat jelas dan bermanfaat. Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini