Share

8 Cara Supaya Tobat Diterima Allah Ta'ala, Mengakui Dosa hingga Meninggalkan Maksiat

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 616 2646595 8-cara-supaya-tobat-diterima-allah-ta-ala-mengakui-dosa-hingga-meninggalkan-maksiat-EGszmPngKH.jpg Ilustrasi cara supaya tobat diterima Allah Ta'ala. (Foto: Shutterstock)

ADA sejumlah cara supaya tobat diterima Allah Subhanahu wa ta'ala. Adapun harus melakukan tobat nasuha atau berkomitmen tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah diperbuat.

Tidak seperti tobat biasa, tobat nasuha adalah tobat yang benar-benar tobat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tobat nasuha harus melibatkan hati, pikiran, perasaan, dan segala tindakan yang dilakukan benar-benar tidak akan mengulangi perbuatan dosa yang pernah dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk mengetahui cara agar tobat nasuha diterima Allah Azza wa Jalla. Umat Islam telah diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk melakukan tobat sebagaimana perintah Allah Ta'ala dalam Surat An-Nur Ayat 31:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS An-Nur: 31)

Baca juga: Meski Cacat Fisik, Mualaf Ini Tidak Pernah Absen Ibadah dan Lantunkan Adzan di Mushola, Masya Allah! 

Perintah tobat juga disampaikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam ayat lainnya, yakni setiap manusia diperintahkan menjalankan taubatan nasuha.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْجَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَأَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ‎﴿٨﴾

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu'." (QS At-Tahrim: 8)

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Ada tiga syarat seseorang melakukan taubatan nasuha. Pertama, menyatakan tidak mau lagi melakukan kemaksiatan yang telah rutin dilakukan. Kedua, harus berjanji tidak mengulang yang sering dilakukanya. Ketiga, mencabut diri atau berhenti total terhadap apa yang sering dilakukannya.

Nah, berikut ini beberapa cara agar tobat nasuha bisa diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala, seperti dihimpun dari laman Almahaj:

Baca juga: Abu Nawas Mau Bunuh Diri, tapi Kok Malah Minum Madu Bukan Racun? 

1. Islam

Tobat nasuha yang diterima hanyalah dari seorang muslim. Adapun orang kafir, maka tobatnya ialah dengan masuk memeluk Islam. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, 'Sesungguhnya aku bertobat sekarang.' Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." (QS An-Nisaa': 18)

2. Mengakui dosanya

Tobat tidak sah kecuali setelah mengetahui perbuatan dosa tersebut dan mengakui kesalahannya, serta berharap selamat dari akibat buruk perbuatan tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Ikhlas

Tobat nasuha yang diterima secara syariat, hanyalah yang didasari dengan keikhlasan. Tobat karena riya' atau tujuan duniawi, tidak dikatakan sebagai tobat syari. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

"Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS An-Nisaa': 146)

4. Penuh penyesalan

Tobat nasuha hanya bisa diterima dengan menunjukkan penyesalannya yang mendalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

النَّدَمُ تَوْبَةٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه

"Penyesalan adalah tobat." (HR Ibnu Majah nomor 4252 dan Ahmad: 3568, dan yang lainnya. Hadis ini dishahihkan Syekh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jaami’ Al Shaghir: 6678)

5. Meninggalkan kemaksiatan

Orang yang bertobat nasuha wajib meninggalkan kemaksiatannya dan mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya seperti berupa harta atau yang sejenisnya.

Jika berupa tuduhan fitnah atau yang sejenisnya, maka dengan cara meminta maaf. Apabila berupa ghibah (menggunjing), maka dengan cara memohon dihalalkan (ditoleransi) selama permohonan tersebut tidak menimbulkan pengaruh buruk yang lain. Bila ternyata berimplikasi buruk, maka cukuplah dengan mendoakannya untuk meraih kebaikan.

6. Batas waktu bertobat

Masa atau batas waktu bertobat sebelum napas berada di kerongkongan (sakaratul maut) dan sebelum matahari terbit di arah barat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam sabda beliau:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. رَوَاهُ التِرْمِذِي

"Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba sebelum napasnya berada di kerongkongan." (HR At-Tirmidzi nomor 3537 dan dihasankan Syekh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami’ Ash Shaghir: 1899)

الْهِجْرَةُ لاَ تَنْقَطِعُ حَتَّى تَنْقَطِعَ الْتَوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ الْتَوْبَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا. رَوَاهُ أبو دَاوُد وَأَحْمَدُ

"Hijrah tidak terputus sampai terhentinya (masa untuk) tobat, dan taubat tidak terputus sampai matahari terbit dari sebelah barat." (HR Abu Dawud nomor 2479 dan Ahmad dalam Musnad (3/99). Dishahihkan dalam kitab Shahih Al Jami': 7469)

7. Istikamah setelah bertobat

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS Huud: 112)

8. Lakukan perbaikan setelah tobat

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُغَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, 'Salaamun-alaikum. Rabb-mu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al An'am: 54)

Wallahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini