Share

Aneh! Abu Nawas Cium Dua Telinga Ayahnya untuk Jalankan Amanat, Ini yang Dirasakan

Hantoro, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 614 2647302 aneh-abu-nawas-cium-dua-telinga-ayahnya-untuk-jalankan-amanat-ini-yang-dirasakan-GC3ul5uf8p.jpg Ilustrasi Abu Nawas jalankan amanat cium dua telinga ayahnya. (Foto: Istimewa)

SUATU hari ketika ayah Abu Nawas yang merupakan hakim (qadi) istana sakit parah dan kritis. Ia pun memanggil anaknya itu untuk berbicara empat mata. Abu Nawas pun datang dan mendapati ayahnya sudah sangat lemah.

"Hai anakku, aku sudah hampir mati. Sekarang ciumlah telinga kanan dan telinga kiriku," perintah ayahanda Abu Nawas, dikutip dari nu.or.id.

Baca juga: Pakai Secarik Surat, Abu Nawas Bikin Imam Syafii Nangis Sejadi-jadinya 

Abu Nawas segera menuruti permintaan sang ayah. Dia mencium telinga kanan ayahnya, ternyata beraroma harum. Sedangkan telinga kiri berbau sangat busuk.

"Bagaimana anakku? Sudah kau cium?" tanya sang ayah.

"Sudah, ayah," jawab Abu Nawas.

"Ceritakan dengan sejujurnya aroma kedua telingaku ini," perintah ayah Abu Nawas.

"Aduh, yah. Sungguh mengherankan. Telinga ayah yang sebelah kanan harum sekali, tapi yang sebelah kiri kok baunya amat busuk?" papar Abu Nawas.

Baca juga: Abu Nawas Mau Bunuh Diri, tapi Kok Malah Minum Madu Bukan Racun? 

"Hai anakku Abu Nawas, tahukah apa sebabnya bisa terjadi begitu?" tanya sang ayah.

"Wahai ayahku, cobalah ceritakan kepada anakmu ini," ujar Abu Nawas.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Pada suatu hari datang dua orang mengadukan masalahnya kepadaku. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang seorang lagi karena aku tak suka maka tak kudengar pengaduannya. Inilah risiko menjadi qadi (penghulu)," ungkap ayahanda Abu Nawas.

"Bila kelak kau suka menjadi qadi, maka kau akan mengalami hal yang sama. Namun jika kau tidak suka menjadi qadi, maka buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai qadi oleh Raja Harun Al Rasyid. Tapi tak bisa tidak Raja Harun Al Rasyid pastilah tetap memilihmu sebagai qadi," terangnya.

Baca juga: Demi Lolos dari Pukulan Istri Cerewet, Abu Nawas Korbankan Maling, Pinter Banget! 

Baca juga: Diusir dari Kampung, Abu Nawas Gak Boleh Kembali Naik Keledai, Gimana Caranya Pulang? 

Itulah sebabnya Abu Nawas pura-pura menjadi gila. Hanya untuk menghindar agar tidak diangkat menjadi qadi. Seorang qadi atau hakim pada masa itu kedudukannya sangat tinggi yang bertugas memutuskan suatu perkara.

Walaupun tidak menjadi qadi, Abu Nawas sering diajak konsultasi oleh Raja untuk menyelesaikan suatu perkara. Bahkan, Abu Nawas kerap dipaksa datang ke istana untuk sekadar menjawab pertanyaan Raja yang aneh-aneh dan tidak masuk akal.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini