Share

Isi Lengkap Surat Al Maidah Ayat 32 yang Dikutip Raja Charles III dalam Pidatonya

Hantoro, Jurnalis · Kamis 29 September 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 330 2677394 isi-lengkap-surat-al-maidah-ayat-32-yang-dikutip-raja-charles-iii-dalam-pidatonya-fBBecqAw2H.jpg Ilustrasi isi lengkap beserta tafsir Surat Al Maidah Ayat 32 yang dikutip Raja Charles III dalam pidatonya. (Foto: Shutterstock)

SURAT Al Maidah Ayat 32 dikutip dari Raja Charles III ketika melakukan sebuah pidato. Kala itu Charles III yang masih menjabat menjabat Prince of Wales menghadiri gala dinner hari jadi ke-26 Islamic Relief yang berlokasikan di Kota London, Inggris, pada 18 Desember 2019.

Cuplikan video lama Raja Charles III mengutip Surat Al Maidah Ayat 32 tersebut kembali viral saat ini ketika dia diangkat menjadi pemimpin tertinggi Kerajaan Inggris Raya. Namun tidak hanya itu, dalam pidato tersebut Raja Charles juga mengucapkan kata Insya Allah.

BACA JUGA:Viral Raja Charles III Kutip Surat Al Maidah dalam Pidatonya dan Ucapkan Insya Allah 

"Izinkan saya mengingat –jika boleh– sebuah bagian dari Alquran yang tampaknya sangat sesuai dengan karya Islamic Relief dan yang mengatakan, dalam ayat 32 Surat Al Maidah, 'Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, seolah-olah dia menyelamatkan nyawanya. Kehidupan seluruh umat manusia'," kata Charles III dalam pidatonya kala itu.

"Terima kasih Bapak dan Ibu, karena telah menyelamatkan dan mengubah begitu banyak kehidupan selama 25 tahun terakhir dan semoga ada banyak berkat Insya Allah atas pekerjaan Anda selama seperempat abad berikutnya," tutup Charles III. 

Viral Raja Charles III mengutip Surat Al Maidah Ayat 32 dan ucapkan Insya Allah. (Foto: TikTok @raja_sajawal)

BACA JUGA:7 Fakta Menarik Raja Charles III Kutip Surat Al Maidah dan Ucapkan Insya Allah ketika Pidato 

Isi Surat Al Maidah Ayat 32

مِنۡ اَجۡلِ ذٰ لِكَ ۚكَتَبۡنَا عَلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اَنَّهٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِى الۡاَرۡضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَمَنۡ اَحۡيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحۡيَا النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَلَـقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِالۡبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيۡرًا مِّنۡهُمۡ بَعۡدَ ذٰ لِكَ فِى الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ

Min ajli zaalika katabnaa 'alaa Banee Israaa'eela annahoo man qatala nnafsam bighairi nafsin aw fasaadin fil ardi faka annnamaa qatalan fil ardi faka annammaa qatalan naasa jamee'anw wa man ahyaahaa faka annamaaa ahyan naasa jamee'aa; wa laqad jaaa'at hum rusulunaa bil-bayyinaati summa inna kasiirom min-hum ba'da zaalika fil-ardhi lamusrifuun.

Artinya: "Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi." (QS Al Maidah/5: 32) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tafsir 

Dikutip dari Alquran Digital Okezone, tafsir Surat Al Maidah Ayat 32 tentang pembunuhan ini adalah yang pertama terjadi di antara anak Adam, Qabil sebagai pembunuh belum mengetahui apa yang harus diperbuat terhadap saudaranya yang telah dibunuh (Habil), sedangkan ia merasa tidak senang melihat mayat saudaranya tergeletak di tanah.

Maka Allah Subhanahu wa ta'ala mengutus seekor burung gagak mengorek-ngorek tanah dengan cakarnya untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana caranya mengubur mayat saudaranya.

Setelah Qabil menyaksikan apa yang telah diperbuat oleh burung gagak, mengertilah dia apa yang harus dilakukan terhadap mayat saudaranya. Pada waktu itu, Qabil merasakan kebodohannya mengapa ia tidak dapat berbuat seperti burung gagak itu, lalu dapat menguburkan saudaranya.

Karena hal yang demikian itu Qabil sangat menyesali tindakannya yang salah. Dari peristiwa itu dapat diambil pelajaran, bahwa manusia kadang-kadang memperoIeh pengetahuan dan pengalaman dari apa yang pernah terjadi di sekitarnya.

Penyesalan itu dapat merupakan tobat asalkan didorong oleh takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan menyesali akibat buruk dari perbuatannya itu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda,"Penyesalan itu adalah tobat." (HR Ahmad, al-Bukhari, al-Baihaqi dan al-hakim).

Tidak dibunuh seseorang dengan zalim melainkan anak Adam yang pertama mendapat bagian dosanya karena dia orang yang pertama melakukan pembunuhan. (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini