Share

Cerita Abu Nawas Kerjai Balik Komplotan Penjahat, Untung 100 Dinar dari Sebatang Kayu

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 614 2680527 cerita-abu-nawas-kerjai-balik-komplotan-penjahat-untung-100-dinar-dari-sebatang-kayu-XRB9S78tQG.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas kerjai balik komplotan penjahat. (Foto: YouTube Alkisah Official)

SUATU hari hari Abu Nawas dalam kesulitan dari masalah finansialnya. Saat itu satu-satunya harta yang ia dan istrinya miliki hanya seekor keledai.

Kemudian karena sedang dilanda kesulitan, Abu Nawas pun berniat menjual keledai itu kepada siapa saja yang berminat. Akan tetapi ternyata ada empat penjahat yang mengetahui rencana Abu Nawas itu.

BACA JUGA:Cerita Abu Nawas Beri Jawaban Berbeda dari 3 Pertanyaan Sama, Alasannya Langsung Bikin Pintar 

Lantaran harga keledai lebih tinggi dibandingkan kambing, maka satu per satu kawanan penjahat itu menghampiri Abu Nawas. Kala itu ia sedang duduk menunggu seseorang yang akan membeli keledainya.

"Berapa harga kambing ini?" tanya salah seorang penjahat, seperti dikutip dari kanal YouTube Alkisah Official, Rabu (5/10/2022). 

Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas kerjai balik komplotan penjahat. (Foto: YouTube Alkisah Official)

"Ini bukan kambing, tapi keledai. Apakah kau tidak melihatnya?" jawab Abu Nawas.

Kemudian penjahat kedua datang menemui Abu Nawas. Ia mengatakan hal yang sama jika hewan yang sedang dibawanya itu adalah seekor kambing. Namun lagi-lagi Abu Nawas menyangkalnya bahwa yang sedang dibawanya keledai.

BACA JUGA:Gara-Gara Lalat, Abu Nawas Hancurkan Istana Raja, Berani Banget! 

Selanjutnya penjahat ketiga menghampiri. Dia juga mengatakan hal yang sama kalau hewan itu adalah kambing, dan dirinya ingin membelinya. Penjahat ini terus merecoki Abu Nawas yang sedang kepepet memerlukan uang.

"Sudahlah, meskipun engkau berkeras itu adalah keledai, nyatanya itu adalah kambing," ucap penjahat itu. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lalu ada penjahat keempat yang tidak mau membiarkan kesempatan emasnya mengelabui Abu Nawas. Ia pun duduk di sampingnya dan menanyakan hewan yang sedang dibawanya itu.

Bahkan, penjahat keempat ini meyakinkan Abu Nawas kalau hewan yang sedang dibawanya itu adalah seekor kambing.

"Kau pun yakin ini kambing?" tanya Abu Nawas.

"Tentu saja ini seekor kambing," jawab penjahat keempat itu.

Pencuri keempat itu langsung menawar hewan yang sedang dibawa Abu Nawas senilai 3 dirham. Setelah berhasil terjual, Abu Nawas lalu pulang, tapi ternyata istrinya marah karena dirinya dikelabui kawanan pencuri yang mengatakan kalau hewannya adalah kambing.

Lalu Abu Nawas pergi dan mencari akal bisa mendapatkan uang lebih banyak dan mengambil kembali haknya yang telah dikecoh oleh kawanan pencuri itu.

Tiba-tiba Abu Nawas melihat sebatang kayu. Ide cemerlangnya pun datang, ia mencoba untuk mengecoh balik kawanan penjahat tadi yang sudah mengelabuinya.

Saat itu Abu Nawas menggunakan sebatang kayu seolah-olah sakiti. Hanya dengan menunjuk makanan, dia sudah bisa membawanya.

Orang berpikir kalau yang dibawa Abu Nawas itu tongkat sakti dan bisa mendapatkan apa pun tanpa harus membayarnya.

Kawanan penjahat itu lantas mendengar berita tersebut. Dirinya pun kembali ingin mengecoh Abu Nawas dengan membeli tongkat yang disangkanya ajaib.

"Hai Abu Nawas, aku beli tongkatmu itu," ujar salah seorang penjahat.

"Tapi ini adalah tongkat peninggalan wasiat," jawab Abu Nawas. 

Dirasa sangat meyakinkan, penjahat itu langsung menawari tongkat tersebut senilai 100 dinar uang emas. Tanpa ragu-ragu Abu Nawas langsung mengiyakan dan mengambil uang tersebut.

Penjahat itu langsung bahagia, karena mengira mereka akan kaya raya berkat tongkat tersebut. Lalu mereka mencobanya dengan menunjuk salah satu makanan, tapi ternyata penjualnya malah marah.

"Bukankah Abu Nawas bisa menunjuk makanan ini tanpa harus membayarnya?" tanya salah seorang penjahat.

"Enak saja! Sebelum menunjuk, Abu Nawas sudah menitipkan sejumlah uang jadi dia tidak perlu membayarnya lagi," terang penjual itu.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini