Share

Islam Melarang Buang Air Sembarangan, Terungkap Alasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 330 2681650 islam-melarang-buang-air-sembarangan-terungkap-alasannya-YYj8b5kODK.jpg Ilustrasi ajaran agama Islam melarang umatnya buang air sembarangan. (Foto: Freepik)

AJARAN agama Islam sebagaimana tertulis di kitab suci Alquran sudah menuliskan dan menjelaskan tentang apa-apa yang akan terjadi di dalam kehidupan umat manusia. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun mengingatkan kepada umat manusia, yakni terhadap perbuatan-perbuatan yang harus dihindari. Termasuk soal buang air besar dan kecil.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Waspadalah terhadap dua orang pengundang laknat." Para sahabat bertanya, “Siapakah dua orang pengundang laknat itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang buang hajat di tengah jalan dan orang yang buang hajat di tempat bernaung manusia." (HR Ahmad dan Muslim)

BACA JUGA:8 Sunnah di Hari Jumat: Baca Surat Al Kahfi hingga Larangan ketika Menyimak Khotbah 

"Tidaklah seseorang dari kalian buang air kecil di air yang tergenang, lalu mandi dengan air itu." (HR Muttafaq ‘Alaih)

Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melarang air yang tergenang dikencingi. (HR Muslim) 

Ilustrasi buang air. (Foto: Welcomia/Freepik)

Beliau juga bersabda, “Jika salah seorang dari kalian minum) maka jangan bernapas di dalam cangkirnya. Dan jika ingin buang air, maka jangan menyentuh kemaluannya dan jangan membersihkannya dengan tangan kanannya.”

Dalam beberapa hadis tersebut jelas menerangkan dilarangnya buang air di sembarang tempat. Sebab, terdapat berbagai penyakit yang dapat merusak kesehatan manusia.

BACA JUGA:Malam Jumat Sunnah Baca Surat Al-Kahfi, Buka di Alquran Digital Okezone Lengkap Teks Arab, Latin, Artinya 

Dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Alquran karya Dr Nadiah Thayyarah, terdapat sebuah riwayat hadis yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Khususnya setelah membuang air kecil dan besar.

Dari Abi Al-Ghadiyah al-Yamani, ia berkata, “Saya datang ke Madinah. Kemudian datanglah utusan Katsir ibn Ash-Shillah. Rasulullah lalu memanggil mereka, namun tak seorang pun yang bangkit kecuali Abu Hurairah dan lima orang dari mereka. Aku salah satunya. Mereka lalu bangkit dan makan. Kemudian Abu Hurairah mencuci tangannya, lalu berseru, 'Demi Allah, wahai penghuni masjid, kalian telah durhaka kepada Abu al-Qasim'." (HR Ahmad) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jika kita lihat dengan mata jernih faedah-faedah yang akan diraih dengan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tersebut, maka umat manusia akan mendapatkan hikmah di balik semuanya.

Ilmu pengetahuan modern menyimpulkan adanya hubungan antara ketidakbersihan dan pencemaran dengan timbulnya penyakit, baik oleh bakteri maupun virus.

Ada beberapa penyakit yang bisa menular melalui makanan atau air yang tercemar kotoran (melalui lubang anus atau mulut). Misalnya, demam tifus atau tifoid, kolera, disentri amuba, infeksi liver dan flu usus yang gejalanya berupa mencret dan muntah berat.

Demam tifus adalah penyakit umum yang timbul akibat bakteri salmonella dan hanya menyerang manusia saja. Secara klinis, gejalanya berupa tubuh lemas, demam dan gangguan pada perut, pembengkakan pada limpa, serta kekurangan sel darah putih. Bakteri salmonella akan masuk ke tubuh melalui mulut.

Salmonella tifus ini bisa keluar bersama tinja, sebagaimana juga melalui urine. Walau pasien demam tipus telah sembuh, ia tetap membawa bakteri Salmonella. Bakteri ini mengendap di dua tempat; pada kantong empedu dan ginjal. Pertama, dari kantung empedu, bakteri ini bergerak menuju usus lalu keluar bersama feses. 

Kedua, dari ginjal, bakteri ini akan keluar melalui urine. Dengan demikian, sungguh benar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang melarang kita untuk buang air besar di jalanan dan buang air kecil di air tergenang.

Sebab, tinja dan urine penderita‘demam tifus dapat mencemari tanah, debu, dan air dengan bakteri salmonella. Apalagi bakteri ini dapat bertahan hidup di tanah bersama fcse‘ selama enam minggu, sedang di air minimal selama empat minggu.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga memerintahkan umat manusia untuk mencuci tangan dan tidak menggunakan tangan kanan untuk membersihkan diri sehabis buang air.

Secara ilmiah telah terbukti bahwa sebagian besar kasus keracunan makanan, tifus, dan disentri usus disebabkan oleh orang-orang yang membawa mikroba penyakit, tidak menjaga kesehatannya dan tidak mengikuti sunnah serta petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini