Di samping itu, Abdullah ibnu Mas'ud memiliki kecerdasan dan ingatan yang kuat sehingga ia mengetahui betul kapan, di mana, dan kepada siapa (asbabun nuzul) sebuah ayat diturunkan. Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menyerukan kepada orang-orang untuk belajar Alquran –salah satunya— kepada Abdullah ibnu Mas'ud.
"Ambillah Alquran itu dari empat orang yaitu dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka'ab," kata Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam suka meminta Abdullah ibnu Mas'ud untuk membacakan Alquran untuknya. Selain untuk mengecek bacaan Alquran sahabatnya itu, Nabi juga suka dengan suara Abdullah ibnu Mas'ud yang begitu merdu.
Terlepas dari itu semua, Abdullah ibnu Mas'ud adalah sahabat yang pemberani. Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, ia tercatat sebagai orang pertama yang membacakan Alquran dengan terang-terangan di hadapan kaum musyrik Quraisy.
Dalam Sirah Nabawiyah (Ibnu Hisyam, 2018) dikisahkan, suatu ketika para sahabat berkumpul dan melontarkan pertanyaan perihal siapa yang berani membacakan Alquran di hadapan kaum musyrik Quraisy secara terang-terangan. Mengingat saat itu orang-orang Quraisy belum pernah mendengarkan Alquran secala langsung.
Seketika itu juga Abdullah ibnu Mas’ud langsung menawarkan diri untuk menjadi pembaca Alquran di hadapan musuh-musuh Islam. Para sahabat lainnya awalnya tidak sepakat karena khawatir Abdullah ibnu Mas’ud akan dicelakai.