ABU Bakar masih melakukan rutinitas yang biasa dia kerjakan setiap pagi. Padahal, hari itu merupakan hari istimewa bagi sang sahabat Rasulullah.
Pada hari di mana dia akan dilantik menjadi khalifah atau pemimpin, Abu Bakar tetap sibuk menyiapkan barang dagangan. Dia berangkat ke pasar sambil membawa sejumlah barang di pundaknya.

Rupanya di tengah jalan, Abu Bakar bertemu dengan Umar bin Khatab dan Abu Ubaidah. Mereka tampak bingung saat menyaksikan Abu Bakar dengan santai tetap memikul barang dagangan.
Kedua sahabat Nabi pun bertanya kepada Abu Bakar mengenai kemana dirinya hendak pergi.
"Aku akan ke pasar," ujar Abu Bakar. Hal ini membuat Umar dan Abu Ubaidah terkejut sebab mereka tahu, Abu Bakar akan dilantik.
“Apa yang akan kau lakukan di sana? Sedangkan siang ini kau akan dibaiat menjadi khalifah pengganti Rasulullah?”, tanya Umar.
Rupanya alasan Abu Bakar tetap berdagang lantaran ingin menafkahi keluarganya. Abu Bakar mengatakan, siapa lagi yang akan memberi makan keluarga jika bukan dirinya sendiri.
Tapi Umar dan Abu Ubaidah segera meyakinkan Abu Bakar bahwa dia tak akan kekurangan makanan ataupun kelaparan.
BACA JUGA:7 Karomah Habib Umar bin Hafidz, Salah Satunya Bisa Menundukkan Jin
“Kaum muslimin akan memberikan secara rutin setiap hari separuh daging kambing dan pakaian, mulai dari kepala sampai perut untuk keluargamu,” kata Umar Bin Khattab dan Abu Ubaidah.
Di samping menjual pakaian, Abu Bakar juga dikenal sebagai pemerah susu kambing milik seseorang bernama Al-Hayy. Salah seorang pembantu Al Hayy khawatir Abu Bakar tak akan lagi memerah susu setelah sang sahabat Nabi mengemban jabatan sebagai khalifah.
“Sekarang engkau tidak lagi memerah susu untuk kami,” kata pembantu Al Hayy.
Dengan tetap rendah hati, Abu Bakar memastikan akan terus memerah susu kambing untuk pembantu Al Hayy itu. Namun Abu Bakar meminta sesuatu terkait posisinya yang kini menjadi khalifah.
(Dyah Ratna Meta Novia)