Share

Hari Pahlawan: Kisah KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari Keturunan Wali Songo Bergelar Pahlawan Nasional

Hantoro, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 614 2704594 hari-pahlawan-kisah-kh-ahmad-dahlan-dan-kh-hasyim-asy-ari-keturunan-wali-songo-bergelar-pahlawan-nasional-dXwAjXGEnu.jpg Di momen Hari Pahlawan ini lebih mengenal ulama pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. (Foto: Muhammadiyah.or.id)

DALAM momen Hari Pahlawan 10 November 2022 ini ada sosok-sosok ulama yang sangat penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Di antaranya adalah KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari.

Keduanya merupakan ulama besar Indonesia bergelar pahlawan nasional. KH Ahmad Dahlan adalah pendiri organisasi Islam Muhammadiyah, sementara KH Hasyim Asy'ari juga pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA:Hari Pahlawan, Ini 4 Tokoh Muslimah yang Berperan Penting Merebut Kemerdekaan Indonesia 

Dilansir Muhammadiyah.or.id, Ustadz Afandi menulis bahwa berdasarkan penelitian terhadap berbagai khazanah sastra Melayu, pemikir Islam Malaysia, Profesor Dr Muhammad Naquib Al-Attas menilai Islam masuk ke Nusantara sejak masa sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, yaitu antara abad ke-6 dan 7 masehi.

Meskipun Islam telah menyentuh Barus, Sumatera, nyatanya persebaran Islam tidak merata di seluruh Nusantara. Di Pulau Jawa, persebaran Islam dikenal melalui perjuangan sembilan ulama yang dikenal sebagai Wali Songo sejak abad ke-15 masehi.

Di antara sembilan Wali itu, ada dua nama yang keturunannya kelak membawa berkah bagi umat Islam dan bangsa Indonesia, bahkan dunia. Nama itu Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) dan adalah Sunan Giri (Raden Paku).

Dari kedua Wali inilah hadir dua tokoh besar bangsa Indonesia yakni Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy'ari. Keduanya memiliki sanad perjuangan menegakkan Islam di bumi Nusantara.

BACA JUGA:Hari Pahlawan, Terungkap Kiai dan Santri Miliki Peran Besar Merebut Kemerdekaan Indonesia 

KH Ahmad Dahlan Keturunan Sunan Gresik

Ustadz Afandi menerangkan, Sutrisno Kutoyo dalam buku 'Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Persyarikatan Muhammadiyah (1982)' menukil catatan dari Eyang Abdurrahman, Plasakuning, Yogyakarta, terkait silsilah KH Ahmad Dahlan yang bersambung ke Maulana Malik Ibrahim.

Urutan sanad tersebut adalah KH Ahmad Dahlan ibn KH Abu Bakar ibn KH Muh Sulaiman ibn Kiai Murtadhlo ibn Kiai Ilyas ibn Demang Juru Kapindo ibn Demang Juru Sepisan ibn Maulana Sulaiman ibn Maulana Fadhilah ibn Maulana Ainul Yakin ibn Maulana Ishak ibn Maulana Malik Ibrahim. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Maulana Malik Ibrahim sendiri yang digelari sebagai Sunan Gresik adalah seorang Wali paling senior di antara sembilan Wali. Drewes dalam 'New Light on the Coming of Islam to Indonesia (1968)' menyebutnya sebagai sosok yang paling awal berdakwah menyebarkan Islam di Tanah Jawa.

Sumber sejarah pasca-kolonial bahkan menyebut ulama kelahiran Kashan, Persia (Iran), ini sebagai seorang Wali yang sakti karena berhasil menembus medan dakwah di bumi Jawa yang terkenal alot sehingga sejak Islam masuk di Nusantara dakwah Islam terbilang tidak pernah berhasil.

Berdasarkan catatan As-Sayyid Bahruddin Ba'alawi Al-Husaini dalam 'Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait', Maulana Malik Ibrahim ini adalah seorang sayyid atau keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Urutan tersebut adalah As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim ibn As-Sayyid Barakat Zainal Alam ibn As-Sayyid Husain Jamaluddin ibn As-Sayyid Ahmad Jalaluddin ibn As-Sayyid Abdullah ibn As-Sayyid Abdul Malik Azmat Khan ibn As-Sayyid Alwi Ammil Faqih ibn As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath ibn As-Sayyid Ali Khali' Qasam ibn As-Sayyid Alwi ibn As-Sayyid Muhammad ibn As-Sayyid Alwi ibn As-Sayyid Ubaidillah ibn Al-Imam Ahmad Al-Muhajir ibn Al-Imam ‘Isa Ar-Rumi ibn Al-Imam Muhammad An-Naqib ibn Al-Imam Ali Al-Uraidhi ibn Al-Imam Ja’far Shadiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Ali Zainal Abidin ibn Al-Imam Al-Husain ibn Ali bin Abi Thalib suami dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

KH Hasyim Asy'ari Keturunan Sunan Giri

Ustadz Afandi melanjutkan, sementara itu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari, diketahui sebagai keturunan Sunan Giri. Sunan Giri sendiri merupakan seorang Wali yang meneruskan dakwah Islam ketika Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 1419 masehi.

Rizem Aizid dalam 'Biografi Ulama Nusantara Disertai Pemikiran dan Pengaruh Mereka (2016)' menyebut KH Hasyim Asy'ari memiliki ketersambungan nasab dengan Sunan Giri dari garis ibunya, yaitu Halimah sebagai keturunan kedelapan Jaka Tingkir atau Sultan Pajang. 

Jaka Tingkir sendiri adalah putra dari Raden ‘Ainul Yaqin atau yang digelari sebagai Sunan Giri. Nama lain dari Sunan Giri adalah Maulana 'Ainul Yaqīn atau (Raden Paku). Beliau diperkirakan lahir pada tahun 1442 di wilayah Kerajaan Majapahit, yaitu Blambangan (sekarang Banyuwangi).

Ibu Sunan Giri adalah putri dari Raja Blambangan, yaitu Dewi Sekardadu. Dari ayah Sunan Giri, Syekh Maulana Ishaq Al-Maghribi inilah silsilah nasabnya tersambung ke Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Syekh Maulana Ishaq Al-Maghribi merupakan seorang sayyid atau keturunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dari jalur Husein bin Ali ibn Abi Thalib Radhiyallahu anhu, suami dari putri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, Fathimah Az-Zahra Radhiyallahu anha.

Alik Al Adhim dalam 'Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (2015)' menyebut warisan dakwah Sunan Giri yang tetap wujud hingga masa ini adalah permainan anak-anak Jelungan, lagu Lir-Ilir, Cublak-Cublak Suweng beserta tembang macapat Asmarandana dan Pucung yang berisi tentang pengajaran intisari syariat Islam.

Demikianlah dua silsilah nasab ulama besar Indonesia. Tidak hanya mewarisi nama besar para buyutnya, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'arijuga meneruskan dakwah menebarkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin di bumi Nusantara, bahkan manfaatnya kini telah dirasakan oleh kaum Muslimin dan banyak manusia di belahan dunia.

Allahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini