Pasalnya, dia juga harus berjuang dengan urusan emosional karena pembangunan masjid ini bisa menjadi sejarah baru bagi hubungan Indonesia-Palestina.
"Semoga masjid ini bisa menjadi kebanggaan warga Palestina dan menguatkan persaudaraan abadi bangsa Indonesia dan bangsa Palestina," ungkap Kang Emil masih dalam keterangan unggahannya itu.
Masjid yang dibangun di tepi pantai itu dirancang dengan mengusung konsep keseimbangan antara hubungan seorang Muslim dengan Allah Subhanahu wa ta'ala dan manusia dengan alam.
Konsep itu direpresentasikan lewat tiga bangunan utama masjid yang didesain dengan gaya futuristik dan menyerupai bentuk bambu runcing. Soal rancangan yang futuristik, Kang Emil juga menyebut bahwa hal itu merupakan keinginan warga Palestina.
"Dalam proses komunikasi masyarakat Gaza diberi 5 pilihan, dari model gaya Arab berkubah tradisional sampai yang futuristik seperti ini. Ternyata hasil musyawarahnya mereka memilih yang futuristik," jelas Kang Emil.