Juga sebagaimana dikatakan seorang sahabat yang mulia 'Umair bin Humam Radhiyallahu anhu:
رَكْضًا إِلَى اللهِ بِغَـيْرِ زَادٍ إِلاَّ التُّقَى وَعَمَلِ الْـمَعَادِ وَالصَّبْرِ فيِ اللهِ عَلَى الْجِهَادِ وَكُلُّ زَادٍ عُرْضَةُ النَّفَـادِ غَيْـرَ التُّقَى وَالْبِرِِّ وَالرَّشَادِ
"Berlari (menghadap) Allah tanpa bekal, kecuali ketakwaan dan amal untuk hari Akhir. Juga kesabaran dalam berjuang di jalan Allah, dan setiap bekal pasti akan hancur. Kecuali ketakwaan, kebaikan dan petunjuk."
Terdapat perbedaan antara perilaku orang yang keadaannya seperti itu dengan perilaku orang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, hari akhir, serta apa yang ada di dalamnya berupa pahala dan siksaan.
"Maka orang yang membenarkan adanya hari akhir akan beramal dengan melihat timbangan langit bukan dengan timbangan bumi, dan dengan perhitungan akhirat bukan dengan perhitungan dunia."
Dia memiliki perilaku yang istimewa di dalam kehidupannya, bisa disaksikan keistikamahan di dalam dirinya, luasnya pandangan, kuatnya keimanan, keteguhan di dalam segala cobaan, kesabaran di dalam setiap musibah, dengan mengharap pahala dan ganjaran, serta yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah Ta'ala lebih baik dan kekal.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)